JAKARTAHYPE.COM - Penggunaan perangkat pembersih udara atau air purifier saat ini menjadi sorotan penting, terutama bagi masyarakat yang bermukim di kawasan dengan tingkat polusi udara yang tinggi. Perangkat ini diyakini dapat menjadi solusi praktis untuk memitigasi paparan zat-zat polutan di lingkungan hunian.
Pertanyaan mengenai seberapa efektif alat ini bekerja dalam menjaga kualitas udara di dalam ruangan pun menjadi hal yang sering diperbincangkan. Keefektifan alat ini sangat bergantung pada teknologi penyaringan yang dimiliki oleh masing-masing model yang beredar di pasaran.
Dr. Cynthia Centauri, SpA(K), Subsp Resp, yang merupakan spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memberikan pandangan mengenai mekanisme kerja alat tersebut. Penjelasan ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai manfaat nyata dari penggunaan air purifier.
Menurut dr. Cynthia, fungsi utama dari alat pembersih udara adalah melakukan proses penyaringan terhadap berbagai partikel yang melayang di udara sekitar kita. Proses penyaringan ini bertujuan menangkap kontaminan sehingga udara yang terlepas kembali menjadi lebih bersih.
"Dia sebetulnya sifatnya menyaring, dan lebih bagus lagi kalau memang dia punya HEPA filternya," kata dr Cynthia dalam sesi konferensi pers yang diadakan pada hari Selasa, 7 Juli 2026. Inti dari efektivitas alat terletak pada jenis filter yang digunakan oleh produsen.
Ia secara spesifik menekankan bahwa masyarakat disarankan untuk memilih perangkat yang sudah dilengkapi dengan teknologi High-Efficiency Particulate Air (HEPA) filter. Filter jenis ini dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menjebak partikel-partikel halus.
Pemilihan air purifier dengan filter HEPA menjadi krusial karena partikel polutan di udara seringkali berukuran sangat kecil dan sulit dihilangkan hanya dengan sirkulasi udara biasa. Filter HEPA mampu menangkap setidaknya 99,97% partikel berukuran 0,3 mikron.
Konferensi pers tersebut diadakan sebagai bagian dari upaya edukasi publik mengenai langkah-langkah perlindungan diri dari dampak buruk kualitas udara yang memburuk di beberapa wilayah perkotaan Indonesia. Informasi ini penting untuk kesehatan jangka panjang, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Dikutip dari konferensi pers tersebut, rekomendasi penggunaan alat ini sangat relevan bagi mereka yang tinggal di perkotaan padat atau daerah industri yang secara konsisten mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) di kategori tidak sehat. Upaya ini adalah langkah preventif yang dapat dilakukan di dalam rumah.