JAKARTAHYPE.COM - Perjalanan karier Saputra Kori, seorang tokoh digital yang dikenal luas sebagai seleb TikTok dengan basis pengikut mencapai 20 juta, kini secara resmi memasuki babak baru di industri hiburan nasional. Pemuda yang berasal dari Bali ini tengah memantapkan langkahnya untuk meniti karier di dunia akting profesional.

Langkah besar terbarunya adalah keterlibatannya dalam proyek film layar lebar perdana, sebuah produksi film horor yang digarap oleh sutradara ternama, Anggy Umbara. Film tersebut merupakan adaptasi dari film Korea Selatan yang populer, berjudul Gonjiam: Haunted Asylum, dengan judul adaptasi Indonesia menjadi 402: Rumah Sakit Angker Korea.

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih enam tahun berkecimpung dalam pembuatan konten digital, Saputra Kori memutuskan bahwa kini adalah waktu yang tepat untuk mengeksplorasi kemampuan seninya di ranah yang lebih luas. Baginya, akting menawarkan medium baru untuk menghadapi tantangan yang belum pernah ia temui selama menjadi kreator di TikTok maupun YouTube.

Keputusan Saputra Kori untuk terjun ke dunia seni peran ini didorong oleh keinginan kuatnya untuk terus bertumbuh dan mencari pengalaman baru dalam industri kreatif. Hal ini disampaikannya saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/5/2026).

"Sebenarnya gak ditargetin harus seperti itu sih, memang aku lagi pengin terjun ke dunia film saja setelah kurang lebih 6 tahun di dunia konten, pengin mulai ke film, sinetron kayak gitu untuk coba hal baru," kata Saputra Kori.

Meskipun memiliki jumlah pengikut yang sangat besar di media sosial, Saputra Kori menepis anggapan bahwa ia meraih peran ini hanya bermodalkan popularitas semata. Ia menegaskan bahwa di balik layar, terdapat perjuangan panjang yang jarang terekspos oleh publik.

Ia mengungkapkan bahwa ia tetap menjalani prosedur casting secara ketat dan bahkan sempat mengalami banyak penolakan sebelum akhirnya mendapatkan kepercayaan untuk tampil di film layar lebar.

"Ketolak casting-nya aku puluhan kali kan cuma kan itu orang-orang socmed tidak tahu. Jadi orang mereka tahunya cuma 'Wah nih film ngajak Kori biar fanbase-nya ikut, biar viral', padahal nggak gitu, aku ketolak casting juga sering," tegas Saputra Kori.

Aktor tersebut mengakui bahwa latar belakangnya sebagai kreator konten digital memang memberikan keuntungan dalam membangun koneksi awal. Namun, ia sangat menghargai proses dan perjuangan keras para aktor lain yang memulai karier mereka dari nol tanpa bantuan popularitas media sosial.