JAKARTAHYPE.COM - Sepak bola Meksiko secara historis selalu menantikan kehadiran seorang penyerang bintang yang dapat membawa kejayaan di kancah internasional. Sosok-sosok legendaris seperti Hugo Sánchez, Jared Borgetti, Javier "Chicharito" Hernández, hingga Raúl Jiménez pernah memikul ekspektasi besar publik El Tri.
Kini, harapan besar tersebut tertuju pada pundak seorang penyerang muda bernama Santiago Giménez. Pemain berusia muda ini telah menjelma menjadi ujung tombak utama skuad nasional Meksiko berkat performa impresifnya di Eropa.
Dengan tinggi 1,82 meter, ketajaman Giménez di kompetisi Benua Biru menimbulkan optimisme bahwa ia mampu memimpin El Tri melangkah jauh pada perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 mendatang.
Kisah kelahiran Santiago Giménez cukup menarik perhatian publik sepak bola. Ia lahir di Buenos Aires, Argentina, pada tanggal 18 April 2001, saat ayahnya, Christian "Chaco" Giménez, tengah menjalani karier profesionalnya di sana.
Meskipun lahir di Argentina, Santiago pindah bersama keluarganya ke Meksiko saat masih kanak-kanak, di mana ia tumbuh besar dan menimba ilmu sepak bola hingga akhirnya mendapatkan status kewarganegaraan Meksiko.
Meski memiliki ikatan darah Argentina, Santiago tidak pernah menunjukkan keraguan sedikit pun untuk memilih membela tim nasional Meksiko di panggung internasional. Keputusan ini membuatnya sangat dicintai oleh para pendukung setia El Tri.
Ayahnya, Christian Giménez, merupakan nama yang sangat dikenal dalam peta sepak bola Meksiko, dikenal sebagai salah satu gelandang serang terbaik Liga MX pada masanya.
Dari sang ayah, Santiago mewarisi tidak hanya teknik bermain sepak bola yang mumpuni, tetapi juga mentalitas bertanding yang kuat serta disiplin tinggi sebagai seorang atlet profesional.
Karena terbiasa berada dalam lingkungan sepak bola profesional sejak dini, proses adaptasi Santiago menuju level kompetisi tertinggi disebut berlangsung lebih cepat dibandingkan banyak pemain seusianya yang lain.