SAN FRANCISCO, JakartaHype.com – Kediaman CEO OpenAI, Sam Altman, di kawasan Russian Hill, San Francisco, dilaporkan menjadi sasaran dua serangan terpisah dalam kurun waktu kurang dari tiga hari. Kepolisian setempat telah mengamankan tiga orang tersangka terkait insiden yang melibatkan penggunaan senjata api dan bom Molotov tersebut.

Insiden terbaru terjadi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 01.40 dini hari. Berdasarkan laporan kepolisian, sebuah sedan Honda yang membawa dua penumpang terlihat melintas sebelum akhirnya berhenti di depan properti Altman yang membentang dari Jalan Chestnut hingga Jalan Lombard.

Rekaman CCTV dan keterangan personel keamanan di lokasi menunjukkan penumpang mobil tersebut mengeluarkan tangan dari jendela dan melepaskan tembakan di sisi Jalan Lombard. Para pelaku segera melarikan diri, namun kamera pengawas berhasil menangkap plat nomor kendaraan mereka.

Tak lama berselang, petugas kepolisian berhasil mencegat kendaraan tersebut di blok 2000 Jalan Taylor. Dua tersangka, Amanda Tom (25) dan Muhamad Tarik Hussein (23), ditahan tanpa perlawanan atas tuduhan pelepasan senjata api secara lalai. Dalam penggeledahan di kediaman tersangka, polisi menemukan tiga pucuk senjata api.

Serangan ini merupakan insiden kedua yang menyasar rumah Altman dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Jumat pagi, seorang pria asal Texas bernama Daniel Alejandro Moreno-Gama (20) diduga melemparkan bom Molotov ke arah gerbang logam properti tersebut sekitar pukul 03.40 dini hari.

Aksi Moreno-Gama berhasil dipadamkan oleh petugas keamanan internal sebelum api merambat. Tersangka kemudian ditangkap di markas besar OpenAI di Mission Bay setelah sempat melontarkan pernyataan bernada ancaman terhadap gedung tersebut. Moreno-Gama kini ditahan di Penjara San Francisco County atas dugaan percobaan pembunuhan, pembakaran, dan kepemilikan alat peledak.

Menanggapi rentetan teror ini, Sam Altman sempat mengutarakan kekhawatirannya melalui sebuah pernyataan tertulis setelah insiden pertama.

"Ketakutan dan kecemasan terhadap AI adalah hal yang wajar. Kita sedang menyaksikan perubahan terbesar dalam masyarakat dalam waktu yang sangat lama, dan mungkin sepanjang sejarah," tulis Altman sebagaimana dikutip dari The San Francisco Standard pada Selasa (14/4/2026).

Hingga saat ini, pihak OpenAI maupun Departemen Kepolisian San Francisco (SFPD) belum memberikan komentar resmi tambahan terkait motif di balik kedua serangan tersebut. Tidak ada laporan mengenai korban luka dalam kedua insiden ini.