JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan kecerdasan buatan atau AI di bursa kerja telah memunculkan gelombang PHK massal dan kelesuan perekrutan karyawan baru. AI yang semakin canggih kini memungkinkan setiap orang mendirikan perusahaan benar-benar sendirian tanpa bantuan karyawan.
Fenomena 'one-person companies' yang ditenagai tool AI canggih OpenClaw kian menjadi sorota di China. Dilansir dari Times of India, 30-40% peritel Alibaba di China sudah menjadi pengusaha tunggal, alias tak butuh bantuan karyawan.
Tool AI seperti OpenClaw memungkinkan para pebisnis skala kecil mengerjakan beragam tugas hulu ke hilir dengan bantuan AI, mulai dari peran layanan konsumen, pendaftaran produk, hingga hal-hal teknis lainnya.
"Ketimbang memperkerjakan manusia, agen AI menjadi karyawan bagi para pengusaha tunggal," kata Presiden Alibaba Kuo Zhang, mengomentari fenomena 'one-person companies' di China.
Menurut Zhang, agen-agen AI canggih telah menjadi solusi untuk membasmi tantangan yang dihadapi para pemilik bisnis kecil. "Agen-agen AI canggih telah menjadi solusi untuk membasmi tantangan yang dihadapi para pemilik bisnis kecil," ujar Zhang.
Pada Februari lalu, OpenAI yang merupakan pembuat ChatGPT, menghabiskan miliaran dolar untuk merekrut Peter Steinberger, pencipta agen AI sumber terbuka (open-source), OpenClaw. Ini menunjukkan betapa besar minat industri terhadap teknologi AI.
Bagi pebisnis kecil yang tidak memiliki karyawan, tugas-tugas teknis seperti menambahkan produk ke beberapa situs, mengurus akun-akun media sosial, serta mengurusi keluhan konsumen, bisa memakan waktu dan energi. Hal-hal itu mungkin terasa mudah bagi perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan.
Namun, untuk pebisnis kecil yang aliran dananya belum besar, menambah karyawan akan membuat pengeluaran bengkak. Oleh karena itu, agen AI seperti OpenClaw menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut.
Agen AI seperti OpenClaw sebenarnya tak cuma memunculkan fenomena 'one-person companies'. Memang, adopsinya paling kencang untuk kebutuhan itu di China. "Agen AI seperti OpenClaw sebenarnya tak cuma memunculkan fenomena 'one-person companies'," kata Zhang.