JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan pesat dunia digitalisasi, khususnya dalam ranah Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), kini dimanfaatkan secara strategis oleh BPJS Kesehatan. Langkah ini diambil dalam upaya fundamental untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang berbasis pada pengelolaan data yang akurat dan modern.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) menghadapi volume data kesehatan yang luar biasa besar setiap harinya. Data ini berasal dari basis peserta yang jumlahnya sangat signifikan di seluruh Indonesia.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, mengungkapkan skala operasional data yang dikelola oleh lembaganya. "BPJS Kesehatan mengelola data kesehatan yang sangat besar dengan jumlah peserta mencapai 280 juta peserta dengan retensi data mencapai 2 juta per hari," ujarnya.
Dengan besarnya volume data yang masuk dan tersimpan, BPJS Kesehatan menaruh perhatian serius pada proses pengelolaannya. Pengelolaan yang baik ini harus memastikan data terproses secara aman sekaligus memberikan manfaat maksimal.
Hal ini penting agar institusi dapat memanfaatkan potensi big data tersebut untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di Republik Indonesia secara keseluruhan.
Setiaji juga menyoroti berbagai kompleksitas yang melekat dalam manajemen big data di sektor kesehatan nasional. Tantangan utama muncul dari jumlah peserta yang mencapai 280 juta jiwa dan integrasi dengan 27 ribu Fasilitas Kesehatan (faskes).
Selain volume data, terdapat beberapa isu krusial yang harus dijamin keberlangsungannya. "Terdapat sejumlah tantangan pengelolaan big data kesehatan dengan 280 juta peserta dan 27 ribu Fasilitas Kesehatan (faskes) yang terintegritas sehingga perlu dipastikan keamanan data, mencegah fraud dan keberlangsungan data," jelas Setiaji.
Keamanan data, pencegahan praktik penipuan (fraud), dan memastikan kontinuitas akses data menjadi prioritas utama dalam setiap inovasi teknologi yang diterapkan.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah standarisasi dan mutu informasi yang tersimpan. Institusi harus menjamin bahwa setiap data yang digunakan memiliki kualitas yang terjaga.