JAKARTAHYPE.COM - Tren mengonsumsi serat tinggi, yang dikenal sebagai fibermaxxing, tengah ramai diperbincangkan di platform TikTok belakangan ini. Gerakan ini mendorong masyarakat untuk mencapai asupan serat harian antara 25 hingga 35 gram, jauh di atas rata-rata konsumsi kebanyakan orang di Indonesia.
Fenomena ini dipopulerkan oleh beberapa figur publik daring, termasuk influencer yang dikenal sebagai Fiber Daddy, yang menekankan pentingnya serat untuk kesehatan jangka panjang. Bahkan, aktris Kristen Bell juga diketahui mengikuti pola makan tinggi serat ini.
Serat merupakan komponen karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, berbeda dengan karbohidrat biasa yang diubah menjadi glukosa sebagai energi. Fungsi utamanya adalah mengoptimalkan kinerja sistem pencernaan serta memastikan keteraturan buang air besar.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Secara garis besar, serat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat larut banyak ditemukan dalam gandum, kacang-kacangan, buah, dan sayuran, sementara serat tidak larut banyak terdapat pada biji-bijian utuh dan sayuran tertentu.
Konsumsi serat yang cukup dipercaya memiliki korelasi positif terhadap harapan hidup, sebagaimana didukung oleh beberapa penelitian ilmiah. Matt Amicucci, pendiri perusahaan bioteknologi One Bio, menyebutkan adanya potensi penurunan risiko kematian dengan peningkatan asupan serat.
"Setiap tambahan 10 gram serat per hari dapat menurunkan risiko kematian sekitar 10 persen," ujar Matt Amicucci, pendiri perusahaan bioteknologi One Bio.
Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology pada tahun 2025 memperkuat temuan ini, menunjukkan manfaat kesehatan yang signifikan dari serat. Selain itu, studi dari jurnal The Lancet tahun 2019 juga menghubungkan konsumsi 25 hingga 29 gram serat per hari dengan profil kesehatan yang lebih baik.
Studi tersebut menemukan bahwa individu dengan asupan serat tinggi cenderung memiliki kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan berat badan yang lebih rendah. Ahli gastroenterologi dari NYU Langone Health, Lisa Ganjhu, menjelaskan mekanisme kerja serat terhadap kolesterol.
"Serat bekerja seperti pembersih kolesterol," ujar Lisa Ganjhu, ahli gastroenterologi di NYU Langone Health, seperti dikutip dari ELLE USA.