JAKARTAHYPE.COM - Apa kebiasaan yang dilakukan oleh salah satu figur terkaya dunia, Jeff Bezos, untuk menjaga fokus otaknya setiap hari? Menurut pengakuan pasangannya, Lauren Sanchez, Bezos memiliki minuman favorit yang rutin dikonsumsi sebelum memulai aktivitasnya.
Minuman yang dimaksud adalah secangkir kopi, yang menurut Sanchez, menjadi ritual paginya bersama sang miliarder tersebut. Kebiasaan sederhana ini ternyata memiliki implikasi besar terhadap rutinitas harian mereka.
"Saya membuat secangkir kopi untuk diri saya sendiri. Saya membuatkan Jeff secangkir kopi, dan kami memiliki momen ajaib di mana hanya kami berdua yang mengobrol," kata Lauren Sanchez, ibu dari tiga anak tersebut.
Kopi memang dikenal luas sebagai minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia maupun dunia menjelang dimulainya aktivitas pagi hari karena efek stimulan yang dimilikinya. Selain meningkatkan kesadaran, minuman ini juga dikaitkan dengan berbagai manfaat signifikan bagi kesehatan otak.
Fungsi kognitif dapat ditingkatkan karena kafein dalam kopi mampu memicu peningkatan entropi otak saat kondisi istirahat. Peningkatan entropi ini merupakan indikator penting yang menunjukkan adanya kapasitas pemrosesan informasi yang lebih tinggi pada otak.
Lebih lanjut, kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat dengan mendorong pelepasan neurotransmiter penting seperti dopamin, serotonin, dan noradrenalin. Stimulasi ini berkontribusi pada peningkatan berbagai aspek fungsi otak secara keseluruhan.
Chef Jepang Ungkap Rahasia Turun Bobot 11 Kg dalam Dua Bulan Hanya dengan Konsumsi Mentimun
Selain manfaat kognitif, kopi juga menawarkan keuntungan lain bagi kesehatan fisik, termasuk kemampuannya melawan kelelahan. Kafein bertindak sebagai pemblokir reseptor adenosin, neurotransmiter yang memengaruhi tingkat energi tubuh.
Dilansir dari Healthline, beberapa studi epidemiologis menunjukkan hubungan positif antara konsumsi kopi dan kesehatan kardiovaskular. Salah satu penelitian menemukan bahwa mengonsumsi 3 hingga 5 cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 15 persen.
Studi lain yang melibatkan 21 ribu partisipan juga mengaitkan peningkatan konsumsi kopi dengan penurunan risiko terjadinya gagal jantung. Namun, perlu diperhatikan bahwa individu dengan tekanan darah yang belum terkontrol disarankan untuk membatasi asupan kafein.