JAKARTAHYPE.COM - Unit musik asal Jakarta, Pvlette, baru-baru ini mengumumkan kembalinya mereka ke kancah musik nasional dengan perilisan album penuh terbaru. Karya ini diberi tajuk Semakin Buram dan Percuma, sebuah penanda kembalinya mereka setelah vakum sementara.
Grup yang digawangi oleh Christo, Diondy, Rayhanza, Savio, dan Vicky ini kembali menyajikan identitas musik yang khas. Mereka memadukan elemen rock alternatif modern dengan nuansa post-rock yang sangat atmosferik.
Melalui album Semakin Buram dan Percuma, Pvlette memperkuat posisi mereka dalam genre nu-gaze. Pendengar disuguhkan lanskap suara yang megah melalui instrumen dreamy yang kontras dengan vokal emosional.
Lirik-lirik dalam album ini seluruhnya menggunakan bahasa Indonesia yang lugas, menghadirkan kedalaman narasi yang kuat. Hal ini menjadi ciri khas Pvlette yang kembali menonjol dalam rilisan teranyar mereka.
Kualitas produksi album ini digarap dengan serius, melibatkan Wisnu Ikhsantama W. sebagai produser. Sosok Ikhsantama dikenal luas karena telah berkontribusi dalam berbagai rilisan ikonik di skena musik alternatif Indonesia.
Dilansir dari Media Indonesia, sentuhan tangan dingin Ikhsantama berhasil memperkuat karakter atmosferik Pvlette. Produksi ini diklaim tetap mempertahankan kedalaman emosi yang menjadi nyawa utama dari setiap komposisi lagu di dalam album.
Eksplorasi musikal Pvlette juga semakin kaya dengan adanya kolaborasi lintas genre. Mereka menggandeng Dixie Erlangga dari unit STANGERS serta duo pop-folk Biru Baru untuk memberikan dimensi baru yang menyegarkan.
Secara konseptual, Semakin Buram dan Percuma bukanlah sekadar kumpulan lagu biasa, melainkan mengusung narasi linear tentang perjalanan batin seseorang di titik paling rapuh dalam hidupnya.
"Album ini mengusung narasi linear yang mengikuti perjalanan batin seorang individu di titik paling rapuh dalam hidupnya," ujar salah satu perwakilan Pvlette, dikutip dari Media Indonesia.