JAKARTAHYPE.COM - Ancaman perubahan iklim kini semakin nyata wujudnya, khususnya dalam bentuk peningkatan ketinggian permukaan air laut yang diprediksi signifikan dalam beberapa dekade mendatang. Fenomena ini secara langsung menempatkan banyak wilayah pesisir di seluruh dunia dalam zona risiko tinggi.

Kenaikan permukaan laut ini berpotensi memicu terjadinya banjir besar yang meluas, bahkan hingga mengancam potensi tenggelamnya beberapa kawasan pesisir penting. Salah satu area yang disoroti dalam proyeksi ini adalah Jakarta, ibu kota Indonesia.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah merilis sebuah proyeksi mengenai seberapa jauh permukaan air laut global akan meningkat. Proyeksi ini menjadi perhatian serius bagi komunitas internasional dalam merencanakan mitigasi bencana.

Menurut proyeksi tersebut, permukaan air laut global diperkirakan akan naik berkisar antara 0,9 meter hingga mencapai 1,8 meter pada penghujung abad ini, yaitu tahun 2100. Angka ini menunjukkan percepatan dampak pemanasan global.

Penyebab utama dari kenaikan drastis permukaan air laut ini adalah proses pencairan lapisan es yang berada di wilayah kutub bumi. Proses pencairan ini merupakan konsekuensi langsung dari tren pemanasan global yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Dampak kenaikan air laut ini sangat signifikan karena wilayah pesisir cenderung memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan merupakan pusat aktivitas ekonomi penting. Oleh karena itu, risiko yang ditimbulkan bukan hanya kerugian lingkungan saja.

Kenaikan antara 0,9 hingga 1,8 meter tersebut merepresentasikan tantangan infrastruktur dan sosial yang besar bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Perencanaan tata ruang kota pesisir harus segera dievaluasi ulang berdasarkan data terbaru ini.

"Fenomena ini menimbulkan risiko besar bagi banyak wilayah pesisir dunia, termasuk Indonesia, yang dapat menghadapi banjir masif hingga potensi tenggelam," demikian disampaikan dalam analisis yang dirilis oleh sumber berita tersebut.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, proyeksi kenaikan permukaan air laut global berpotensi terjadi antara 0,9 hingga 1,8 meter (3 hingga 6 kaki) pada tahun 2100. Hal ini menegaskan urgensi tindakan iklim global.