JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menyentuh berbagai sektor pekerjaan di seluruh dunia, memicu kekhawatiran akan otomatisasi. Banyak profesi, mulai dari administrasi hingga layanan pelanggan, diperkirakan akan menghadapi tantangan tergantikan oleh teknologi digital.
Namun, di tengah narasi tentang penggantian pekerjaan oleh mesin, sejumlah bidang pekerjaan justru diproyeksikan akan mengalami peningkatan permintaan tenaga kerja signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Proyeksi ini menunjukkan bahwa kemampuan unik manusia masih menjadi aset krusial.
Beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, dan Australia, disebut akan mengalami lonjakan kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu sepanjang tahun 2026. Profesi yang menuntut komunikasi, kreativitas tinggi, pengambilan keputusan strategis, dan keahlian teknis spesifik dinilai paling aman dari ancaman otomatisasi AI.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Sektor kesehatan dipastikan tetap menjadi salah satu bidang dengan kebutuhan tenaga kerja tertinggi di kawasan Asia Tenggara menjelang 2026. Singapura, Malaysia, dan Australia menunjukkan peningkatan permintaan di sektor medis dan layanan sosial, didorong oleh populasi lansia yang bertambah dan kompleksitas layanan kesehatan yang meningkat.
"Pekerjaan di bidang kesehatan dinilai paling aman dari ancaman AI karena membutuhkan empati, komunikasi langsung, serta kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat," demikian disampaikan mengenai sektor tersebut. Keahlian teknis ditambah sentuhan manusiawi dalam sektor ini sulit digantikan oleh teknologi semata.
Profesi seperti Perawat dan Teknisi Medis Darurat tetap menjadi yang paling dicari karena interaksi langsung dengan pasien sangat dibutuhkan. Meskipun AI dapat membantu analisis data, penanganan pasien secara fisik tetap memerlukan tenaga profesional manusia, bahkan Singapura membuka peluang bagi perawat asing.
Peningkatan kesadaran publik mengenai kesehatan mental juga mendorong permintaan tinggi terhadap Psikolog dan Konselor Kesehatan Mental, karena terapi dan pendampingan emosional memerlukan kedalaman interaksi yang tidak bisa sepenuhnya dipenuhi oleh AI. Profesi seperti Sonografer Medis dan Spesialis Kesehatan Gigi juga dibutuhkan karena menuntut ketelitian teknis dan interpretasi hasil yang mendalam.
Di sisi lain, profesi yang berhubungan dengan teknologi justru mengalami lonjakan permintaan terbesar, khususnya di negara-negara ASEAN seperti Singapura dan Vietnam yang agresif mengembangkan industri digital. Pekerjaan di sektor ini bukan tergantikan AI, melainkan menjadi pihak yang merancang dan mengelola sistem kecerdasan buatan tersebut.
"Profesi teknologi dengan spesialisasi tertentu disebut punya peluang karier dan gaji yang cukup besar di 2026," mengacu pada kebutuhan akan tenaga ahli yang menguasai pengembangan AI dan keamanan siber. Contohnya adalah AI & Machine Learning Engineer yang bertugas merancang sistem otomatisasi, serta Cloud Engineer & Cloud Architect untuk pengelolaan infrastruktur digital.