JAKARTAHYPE.COM - Tuntutan mengenai akses penayangan film yang adil dan merata di seluruh bioskop Indonesia semakin mengemuka dari kalangan insan perfilman nasional. Permintaan ini bertujuan utama untuk memberikan kepastian hukum bagi karya-karya film yang telah berhasil melewati proses sensor resmi dari lembaga terkait.
Permintaan tegas ini disampaikan secara langsung oleh Irham Acho Bachtiar, yang menjabat sebagai Produser sekaligus pemilik rumah produksi Sarang Semut Production. Hal tersebut diutarakan dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional.
RDP tersebut diselenggarakan bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (20/5/2026). Informasi mengenai tuntutan ini juga dimuat oleh media Nasional.
Irham Acho Bachtiar menyoroti bahwa kelulusan sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF) seharusnya menjadi bukti final bahwa sebuah film telah memenuhi standar kelayakan penayangan. Dengan demikian, pihak pengelola bioskop seharusnya tidak memiliki landasan kuat untuk menolak pemutaran film tersebut.
"Saya mengusulkan agar setiap film yang sudah melewati tahap sensor, lembaga sensor film adalah layak tayang seharusnya. Tidak ada alasan untuk menolak. Dan seharusnya nomor antrian LSF itu dijadikan nomor antrian tayang," kata Irham, Produser Sarang Semut Production.
Selain isu penolakan, ketimpangan dalam proses distribusi juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Beberapa rumah produksi berskala besar dinilai sudah berhasil mengamankan slot penayangan di jaringan bioskop bahkan sebelum proses pengambilan gambar film mereka rampung.
Ketidakadilan ini secara signifikan merugikan rumah produksi berskala daerah yang juga mampu memproduksi karya dengan standar kualitas tinggi dan berpotensi bersaing dengan film-film bermodal besar.
Oleh karena itu, transparansi mengenai setiap keputusan penolakan atau penundaan jatah layar oleh pihak bioskop sangat diperlukan oleh para pembuat film agar mereka bisa merencanakan langkah selanjutnya dengan lebih baik.
"Jika sebuah film tidak memenuhi standarisasi tayang, harusnya diberikan kejelasan. Apakah produk itu ditolakkah, atau mau direvisi. Jadi jangan biarkan mereka menunggu bertahun-tahun. Rugi, kasian," kata Irham, Produser Sarang Semut Production.