JAKARTAHYPE.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyuarakan dukungannya terhadap para pengemudi ojek online (ojol) terkait isu pemotongan penghasilan oleh pihak aplikator. Dukungan ini disampaikan seiring dengan adanya tuntutan agar komisi yang dipotong dapat dikurangi secara signifikan demi kesejahteraan mitra pengemudi.
Apa yang menjadi sorotan utama adalah besaran potongan yang awalnya mencapai 20 persen dari penghasilan kotor para pengemudi ojol. Presiden Prabowo menilai bahwa angka tersebut terlalu memberatkan bagi mereka yang bekerja keras di lapangan setiap hari.
Di mana momen ini terjadi? Presiden menyampaikan hal tersebut saat menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Acara peringatan tersebut berlangsung di lapangan Monas, Jakarta, pada hari Jumat pagi, 1 Mei 2026.
Siapa yang menjadi fokus utama pernyataan Presiden? Tentu saja adalah para pengemudi ojek online, yang menurutnya, memikul risiko pekerjaan paling besar dalam menghasilkan pendapatan. Mereka adalah garda terdepan dalam layanan transportasi daring tersebut.
Mengapa Presiden angkat bicara mengenai hal ini? Alasannya adalah karena beliau melihat adanya ketidakseimbangan dalam pembagian keuntungan antara pekerja lapangan dan perusahaan aplikator. Menurut pandangan Presiden, aplikator terlalu banyak mengambil keuntungan.
Bagaimana Presiden menyuarakan ketidaksetujuannya? Beliau dengan tegas menyampaikan keberatannya terhadap skema potongan yang ada, yang kini telah berhasil diturunkan menjadi 8 persen. Pernyataan keras tersebut disambut baik oleh para buruh yang hadir.
Presiden Prabowo secara eksplisit menyatakan pandangannya mengenai sistem tersebut. "Enak aje. Lo yang keringat, dia yang dapet duit. Sori aje," kata Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan para buruh yang bersorak gembira.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pengemudi ojol adalah pihak yang mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari demi mencari nafkah. Hal ini berbanding terbalik dengan peran aplikator yang hanya menyediakan platform digital.
Maka dari itu, bagaimana solusi yang ditekankan oleh Presiden? Prabowo Subianto menegaskan bahwa besaran potongan pendapatan bagi para driver ojol harus berada di bawah ambang batas 10 persen. Secara spesifik, angka yang diusulkan dan diapresiasi adalah 8 persen.