JAKARTAHYPE.COM - Sebuah studi terbaru dari ilmuwan Jepang telah merilis prediksi mengenai akhir kehidupan di planet Bumi, yang diperkirakan tidak akan bertahan hingga fase akhir Matahari. Prediksi ini menempatkan batas waktu paling lambat berakhirnya kehidupan di Bumi pada tahun 1.000.002.021 akibat perubahan drastis pada bintang pusat tata surya kita.
Peneliti dari Universitas Toho menguraikan bahwa Matahari akan memasuki fase Raksasa Merah, sebuah proses alami yang menyebabkan bintang tersebut mengembang secara signifikan. Ekspansi ini diprediksi akan menelan planet-planet terdekat, termasuk Merkurius, Venus, dan Bumi.
Namun, para peneliti menekankan bahwa Bumi diprediksi akan kehilangan kemampuannya menopang kehidupan jauh sebelum peristiwa kosmik penelanan tersebut terjadi. Kondisi planet diperkirakan menjadi tidak layak huni dalam kurun waktu yang jauh lebih cepat.
Hal ini diperkirakan akan terjadi sekitar lima miliar tahun dari sekarang, saat Matahari telah selesai membakar cadangan hidrogennya. Proses pembakaran akhir ini akan memaksa lapisan luar Matahari mengembang dan secara fisik menelan tiga planet bagian dalam tata surya serta Bulan.
Meskipun demikian, para ilmuwan meyakini bahwa umat manusia tidak akan menyaksikan momen akhir tersebut. "Pada saat tahun satu miliar, kondisi di Bumi sudah terlalu buruk untuk mendukung kehidupan," kata peneliti tersebut.
Penyebab utama ketidaklayakan Bumi adalah energi termal dari Matahari yang akan menghancurkan organisme melalui panas mematikan. Selain itu, ancaman lain termasuk lontaran massa koronal dan pelepasan sinar gamma yang sangat radioaktif.
Dilansir dari CNBC Indonesia, dua ancaman terakhir ini, yaitu lontaran massa koronal dan sinar gamma, sesekali terjadi melalui Suar Matahari yang dapat mengganggu sistem komunikasi radio, operasi satelit, dan sistem GPS jika menghantam Bumi.
Manusia mungkin tidak secara langsung dirugikan oleh perubahan atmosfer saat ini, meskipun situasi ini dapat berubah dalam jutaan tahun mendatang, tergantung pada aktivitas matahari dan laju perubahan iklim.
Terkait kelangsungan hidup spesies manusia, para peneliti berpendapat bahwa umat manusia mungkin telah menyebar ke bintang lain dan menjajah planet lain di galaksi Bima Sakti, dengan Mars sering disebut sebagai target kolonisasi pertama.