JAKARTA, JakartaHype.com – Platform Pindar Samir mengakhiri semester pertama tahun 2026 dengan capaian positif dalam penyaluran pembiayaan. Total penyaluran pembiayaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,3 triliun, mencatatkan pertumbuhan sebesar 84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan jumlah peminjam (borrower) sebesar 13% dibandingkan semester I 2025. "Pertumbuhan berkelanjutan ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendorong inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Handy di Jakarta, Selasa (21/07/2026).
Sebagai platform yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Samir menekankan pentingnya pertumbuhan pembiayaan yang dibarengi penguatan tata kelola perusahaan, menjaga kualitas pembiayaan, dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin. Handy optimistis pertumbuhan akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, serta penyaluran yang lebih berorientasi pada sektor produktif untuk mendukung keberlangsungan bisnis UMKM dan kemajuan ekonomi.
Saat ini, Samir telah menjalin kemitraan dengan 11 institusional lender, termasuk tiga bank terkemuka: PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Kehadiran bank-bank tersebut memperkuat kepercayaan korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan Samir.
"Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan bank lain maupun layanan keuangan formal melalui skema channeling guna menciptakan ekosistem pendanaan yang stabil, efisien, dan berkelanjutan," jelas Handy. Samir juga sedang menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank lain sebagai institusional lender, dengan tetap mengutamakan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan perlindungan konsumen.
Secara geografis, portofolio penyaluran pembiayaan Samir menunjukkan performa yang terus meningkat di luar Pulau Jawa. Meskipun Pulau Jawa masih mendominasi dengan kontribusi 69%, persentase tersebut menurun seiring kenaikan signifikan di Pulau Sumatra yang mencapai 17%, diikuti oleh Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan dengan pertumbuhan yang merata.
Penyaluran pembiayaan Samir juga mengalami kenaikan di Pulau Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Papua, hingga Maluku yang telah menembus angka 1%. "Samir berkomitmen menjadi jembatan bagi jutaan orang dan UMKM yang membutuhkan modal usaha untuk tumbuh, sekaligus menjadi mitra aktif bersama OJK dan asosiasi dalam membangun kepercayaan masyarakat," tutup Handy.