JAKARTAHYPE.COM - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja. Kondisi ini sering kali luput dari deteksi dini lantaran gejala dan tanda-tandanya yang tidak mudah dikenali.
Ketua Umum IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), menjelaskan bahwa kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Salah satu faktor krusial yang berperan adalah pola pengasuhan di dalam keluarga.
"Perilaku parenting dari orang tua, yang punya target tertentu, yang senantiasa menekan anaknya sehingga anak dalam suasana under pressure," ungkap dr Piprim dalam sebuah webinar yang diselenggarakan pada Selasa (21/7/2026).
Pandangan bahwa anak-anak bebas dari masalah kesehatan mental merupakan sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan. Kepekaan dari orang tua dan seluruh anggota keluarga menjadi kunci utama dalam mendeteksi dini.
"Sering kali kita mengira bahwa anak-anak ini belum saatnya atau jarang mengalami gangguan mental. Tetapi, ternyata gangguan pada anak tidak mudah dideteksi, sehingga dibutuhkan kepekaan keluarga," lanjutnya.
Senada dengan pandangan tersebut, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial IDAI, dr Angga Wirahmadi, SpA, Subsp TKPS(K), menyoroti usia remaja sebagai fase yang sangat menentukan.
Pada rentang usia remaja, berbagai faktor risiko penyakit, baik fisik maupun mental, mulai terbentuk. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan.
"Pada fase ini, berbagai faktor risiko mulai terbentuk, baik untuk penyakit fisik maupun kesehatan mental," tutur dr Angga.
Ia merinci sejumlah faktor eksternal dan internal yang kerap memicu gangguan kesehatan mental pada remaja. Faktor-faktor ini perlu menjadi perhatian serius bagi orang tua dan lingkungan sekitar.