JAKARTAHYPE.COM - Perth, ibu kota Western Australia, mungkin tidak sepadat kota-kota besar Australia lainnya, namun justru dalam ketenangannya tersimpan pesona utama yang menarik wisatawan. Kota ini dirancang sedemikian rupa sehingga sangat nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki dan menyenangkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti jogging.

Kenyamanan ini sangat terasa bagi para pelancong yang mengutamakan mobilitas aktif, terutama saat mengandalkan kaki dan transportasi publik untuk berpindah lokasi. Pengalaman ini dialami langsung oleh tim detikTravel selama kunjungan mereka di akhir bulan Mei lalu.

Saat kunjungan tersebut, kondisi cuaca di Perth sangat mendukung aktivitas luar ruangan, ditandai dengan hawa yang sejuk bahkan cenderung dingin. Suhu yang bersahabat ini menjadi nilai tambah signifikan bagi siapa pun yang ingin menikmati lanskap kota tanpa terganggu panas yang menyengat.

Salah satu aspek menarik yang membuat Perth sangat ramah bagi pendatang adalah kemudahan orientasi di jalannya, sehingga rasa khawatir tersesat hampir tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur perkotaan telah terhubung dengan baik, memudahkan wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di sana.

"Meskipun belum terlalu hafal dengan kota ini, rasa khawatir tersesat nyaris tidak muncul," demikian pengalaman yang dicatat oleh tim detikTravel. Kondisi jalanan yang terintegrasi dengan baik menjadi kunci utama kemudahan navigasi ini.

Kawasan pusat kota atau Central Business District (CBD) Perth diidentifikasi sebagai area paling ideal untuk sekadar berjalan santai menikmati suasana. Di sini, arsitektur modern berdampingan harmonis dengan bangunan-bangunan bergaya klasik yang elegan.

Perpaduan kontras antara gedung-gedung baru dan arsitektur lama menciptakan atmosfer kota yang tampak hidup namun tetap terasa santai, jauh dari hiruk pikuk yang terburu-buru. Ini memberikan pengalaman berjalan kaki yang kaya secara visual dan historis bagi pengunjung.

Lebih jauh lagi, beberapa sudut di kawasan CBD Perth menawarkan lorong-lorong kecil yang dipenuhi deretan toko dan restoran menarik. Suasana di lorong-lorong tersebut memberikan nuansa yang mengingatkan pada tata kota Eropa modern, yang ramai namun tetap tertata rapi.

Dilansir dari detikTravel, selama empat hari berada di Perth, tim redaksi lebih sering memilih untuk berjalan kaki atau memanfaatkan moda transportasi umum untuk mobilitas antar destinasi. Ini menggarisbawahi efektivitas sistem transportasi publik kota tersebut.