JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali menunjukkan performa terbaiknya dalam pengelolaan keuangan daerah dengan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Pencapaian ini merupakan bukti konsistensi dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran selama periode yang diaudit.

Opini WTP ini menjadi indikator utama bahwa laporan keuangan Pemkot Tangsel telah disajikan secara wajar dalam semua aspek material, sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku di Indonesia. Keberhasilan ini diraih melalui serangkaian upaya perbaikan berkelanjutan dalam sistem pengendalian internal dan kepatuhan terhadap regulasi.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Selatan, Drs. Herman Suwarman, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh jajaran Pemkot dalam meraih opini bergengsi ini. Ia menegaskan bahwa capaian WTP bukan hanya sekadar formalitas administratif, tetapi cerminan nyata dari tata kelola pemerintahan yang baik.

Dikutip dari sumber berita, Herman Suwarman menekankan bahwa mempertahankan opini WTP menjadi motivasi kuat bagi jajarannya. "Opini WTP ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program dan kegiatan pemerintah daerah," ujar Drs. Herman Suwarman, M.Si.

Lebih lanjut, aspek transparansi menjadi fokus utama dalam mempertahankan kualitas pelaporan keuangan di masa mendatang. Pemkot berjanji akan terus meningkatkan keterbukaan informasi publik terkait alokasi dan realisasi anggaran kepada masyarakat luas.

Proses audit yang dilakukan oleh BPK RI mencakup penelaahan mendalam terhadap seluruh catatan keuangan, aset, hingga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Keberhasilan audit ini menunjukkan bahwa langkah-langkah korektif yang diambil Pemkot telah efektif.

Tujuan utama dari mempertahankan WTP adalah untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mengelola dana masyarakat. Kepercayaan ini sangat krusial dalam menyukseskan program-program pembangunan yang telah direncanakan.

Pihak Pemkot juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi internal secara berkala guna mengidentifikasi potensi kelemahan sebelum proses audit resmi dimulai. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir temuan-temuan yang mungkin muncul di kemudian hari.

Salah satu fokus perbaikan yang akan terus digenjot adalah digitalisasi sistem pencatatan keuangan, yang dipercaya mampu meminimalisir risiko kesalahan input data dan manipulasi. Hal ini sejalan dengan upaya modernisasi birokrasi Pemkot Tangsel saat ini.