JAKARTAHYPE.COM - Kondisi psikologis Inara Rusli menunjukkan tren positif dan berangsur membaik di tengah berbagai kasus hukum yang masih menjeratnya saat ini. Mantan istri musisi Virgoun tersebut dikabarkan telah berhasil mendapatkan kembali ketenangan jiwanya.
Ketenangan ini diperoleh setelah terjadi perubahan signifikan dalam dinamika pengasuhan anak. Pasalnya, ketiga buah hati Inara Rusli kini telah kembali tinggal bersama sang ibu setelah sempat berada di bawah asuhan ayahnya.
Kuasa hukum Inara Rusli, Lechumanan, mengungkapkan bahwa kliennya sempat mengalami tekanan mental yang mendalam. Titik terendah ini terjadi ketika Virgoun memutuskan mengambil dan mengasuh anak-anak mereka untuk jangka waktu yang cukup panjang.
Periode perpisahan sementara dengan anak-anak tersebut disebut memicu tingkat kecemasan yang sangat hebat pada diri Inara Rusli. Hal ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi stabilitas mentalnya belakangan ini.
"Ya kondisi saat ini sebenarnya yang paling tertekan itu waktu saudara V (Virgoun) itu mengambil anak-anaknya, tapi sekarang saudara V telah mengembalikan anak-anaknya sehingga ya dia apa namanya jiwanya kembali sih menurut saya, sudah tenang," kata Lechumanan saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lechumanan kepada awak media saat dijumpai di kawasan Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Rabu, tanggal 10 Juni 2026. Momen ini memberikan kelegaan besar bagi Inara Rusli secara emosional.
Kembalinya anak-anak menjadi penopang utama bagi pemulihan mental Inara Rusli setelah melewati masa sulit. Kondisi ini menunjukkan betapa besar dampak kehadiran buah hati terhadap kestabilan psikologisnya.
Dikutip dari perkembangan terkini, proses pemulihan ini menjadi fokus penting bagi Inara Rusli di samping penyelesaian proses hukum yang sedang dihadapi. Stabilitas emosional sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan tersebut.
Dilansir dari informasi yang disampaikan kuasa hukumnya, kini suasana hati Inara Rusli telah berubah menjadi lebih tenang dan damai. Hal ini menjadi indikasi positif mengenai upaya pemulihan diri pasca masa sulit.