JAKARTAHYPE.COM - Pau Cubarsi menuai pujian luar biasa setelah aksinya yang solid saat tim nasional Spanyol berhasil menundukkan Prancis di babak semifinal Piala Dunia 2026. Pemain berusia 19 tahun ini menunjukkan performa impresif dengan berhasil meredam pergerakan striker-striker elit seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Cristiano Ronaldo.
Kemenangan 2-0 atas Prancis ini memastikan La Roja melaju ke babak final Piala Dunia 2026. Pencapaian ini menjadi momen bersejarah bagi Spanyol, yang terakhir kali merasakan atmosfer final Piala Dunia pada tahun 2010, di mana mereka akhirnya keluar sebagai juara.
Bagi Pau Cubarsi, gelaran Piala Dunia 2026 ini menandai debutnya di turnamen sepak bola terbesar di dunia. Ia mengungkapkan bahwa persiapan matang dan latihan ekstra menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan ketat di level internasional.
"Saya tidak tahu angka pastinya, tetapi berat badan saya bertambah cukup banyak," ujar Pau Cubarsi, mengindikasikan peningkatan signifikan dalam massa ototnya.
Selain mengikuti program latihan rutin yang telah ditetapkan oleh klubnya, Cubarsi juga secara proaktif menambah intensitas latihannya. Ia kerap mengunjungi pusat kebugaran di sore hari atau memanfaatkan fasilitas sauna untuk mempercepat proses pemulihan otot pasca-latihan yang melelahkan.
"Terkadang Anda hanya ingin turnamen segera dimulai karena Anda sedikit bosan. Anda harus menemukan cara untuk tetap sibuk. Di sore hari kami bermain biliar, pergi ke pusat kebugaran, menghabiskan waktu di sauna, dan menikmati kebersamaan dengan tim," jelas Cubarsi.
Tren Kencan 'Four Sixes' Mendapat Sorotan: Standar Ideal Pria yang Dianggap Tidak Realistis
Di level klub, Barcelona juga menuntut pengembangan berkelanjutan dari Cubarsi untuk terus menjadi pemain elit. Perkembangan pesat ini semakin terlihat sejak ia berhasil menembus tim utama Barcelona pada Januari 2024.
Sebagai bagian dari pembinaan di akademi Barcelona, Cubarsi tentu mendapatkan panduan nutrisi yang optimal. Menu makanannya dirancang khusus untuk menunjang performa maksimalnya di lapangan hijau.
Namun, di luar program klub, Cubarsi menunjukkan gaya hidup seorang atlet muda yang sangat disiplin. Kendati tinggal bersama saudara perempuannya, ia memilih untuk bertanggung jawab penuh atas urusan konsumsi makanannya sendiri.