JAKARTAHYPE.COM - Sepasang suami istri asal North Dakota, Amerika Serikat, yakni Keisha dan Jon Lakoduk, baru-baru ini menjadi sorotan publik karena upaya mereka memecahkan rekor dunia. Mereka memilih cara yang sangat tidak biasa untuk mengukuhkan kembali ikatan pernikahan mereka.

Aksi ekstrem tersebut dilakukan di taman rekreasi air Land of Natura yang berlokasi di Wisconsin, Amerika Serikat. Pasangan ini terlihat mengenakan perlengkapan pernikahan lengkap, termasuk gaun pengantin dan setelan jas, saat menuruni wahana air.

Motivasi utama di balik pernikahan basah-basahan ini adalah upaya mereka untuk mencatatkan nama di Guinness World Records. Secara spesifik, mereka menargetkan pemecahan rekor untuk kategori pembaruan janji nikah terbanyak dalam kurun waktu 30 hari.

Selain rekor kolektif, Keisha juga mengincar pencapaian individu di Wisconsin. Ia berupaya memecahkan rekor sebagai pengantin wanita yang paling sering meluncur di perosotan air sambil mengenakan gaun pernikahannya.

Jon menjelaskan alasan mereka memilih lokasi di Wisconsin saat diwawancarai oleh media lokal. "Begitu muncul ide untuk menikah di taman air, kami tahu kami harus melakukannya di ibu kota taman air dunia! Dan Land of Natura adalah tempat yang sangat sempurna," ujar Jon kepada media lokal WKOW, dilansir dari People.

Sebelum tiba di Wisconsin, Jon dan Keisha telah melaksanakan serangkaian upacara pembaruan janji nikah di berbagai negara bagian Amerika Serikat. Lokasi-lokasi yang sudah mereka kunjungi antara lain Idaho, Arizona, Las Vegas, North Dakota, dan Utah.

Konsep pernikahan estafet ini sengaja mereka rancang sedemikian rupa agar dapat merayakan momen bahagia tersebut bersama kerabat tanpa dibatasi oleh masalah jarak geografis. Strategi ini mereka anggap lebih efektif daripada resepsi tunggal.

Pasangan ini memilih untuk mendatangi langsung tempat tinggal kerabat mereka satu per satu di seluruh penjuru negeri. Hal ini memungkinkan interaksi yang lebih mendalam dan personal dengan orang-orang terdekat.

Jon menuturkan perbedaan signifikan antara pendekatan mereka dengan resepsi pernikahan konvensional. "Kami pergi ke tempat keluarga dan teman-teman kami berada, menemui mereka langsung di kota masing-masing. Kami bisa datang dan menghabiskan waktu setidaknya tiga hingga empat jam untuk makan malam bersama," tambah Jon saat diwawancarai WMTV.