JAKARTAHYPE.COM - Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah sunnah pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yang dimulai dari tanggal 1 hingga 9 Zulhijah, sehari sebelum Idul Adha. Anjuran ini sering menimbulkan pertanyaan bagi mereka yang rutin melaksanakan puasa Daud.
Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah seorang Muslim harus menghentikan siklus Puasa Daud atau diperbolehkan menggabungkannya dengan puasa sunnah Zulhijah. Kedua ibadah puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar dalam perspektif syariat Islam.
Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa puasa yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah puasa Nabi Daud AS, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari. Hal ini menunjukkan tingginya kedudukan amalan tersebut.
Dilansir dari Detikcom, mengenai puasa Daud, terdapat sebuah hadis yang menjelaskan kebiasaan mulia tersebut. "Dari Abdullah bin Amr RA, dia berkata, 'Sesungguhnya puasa (sunnah) yang paling disenangi Allah ialah puasa Nabi Daud, dan salat (sunnah) yang paling disenangi Allah adalah salat Nabi Daud AS. Nabi Daud tidur separuh malam. Lalu salat sepertiga malam, kemudian tidur lagi sepenam malam. Beliau berpuasa sehari lalu berbuka sehari,'" kutip hadis tersebut.
Di sisi lain, keutamaan sepuluh hari pertama Zulhijah juga ditekankan dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan beramal saleh di masa ini. "Tiada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini," maksud beliau adalah sepuluh hari awal bulan Zulhijah, ujar Rasulullah SAW.
Para sahabat kemudian sempat bertanya perihal keutamaan tersebut, termasuk jika dibandingkan dengan jihad. "Para sahabat bertanya, 'Ya Rasulullah, walaupun berjihad di jalan Allah?' Beliau bersabda, 'Walaupun berjihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak pulang dengan membawa apa pun darinya,'" demikian jawaban Rasulullah SAW.
Imam an-Nawawi dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa kemuliaan sepuluh hari pertama Zulhijah ini sangat tinggi karena bertepatan dengan momen penting pelaksanaan ibadah haji. Keutamaan ini mencapai puncaknya pada hari Arafah, tanggal 9 Zulhijah, sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Muslim.
Keistimewaan hari Arafah sangat besar, terutama terkait pengampunan dosa. "Jumlah manusia, yang dibebaskan Allah dari neraka, yang paling banyak adalah pada hari Arafah," disampaikan dalam sebuah hadis.
Lebih lanjut, Rasulullah SAW memberikan janji pahala yang luar biasa bagi mereka yang berpuasa pada hari Arafah. "Puasa hari Arafah menghapus kesalahan-kesalahan yang dilakukan selama setahun sebelumnya dan setahun setelahnya," terang sabda beliau.