JAKARTAHYPE.COM - Bra adalah pakaian dalam yang bersentuhan langsung dengan kulit, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam hal kebersihan, mengingat area payudara rentan berkeringat. Kelembapan yang terperangkap pada kain bra dapat menjadi lingkungan ideal bagi perkembangbiakan bakteri, terutama saat cuaca panas dan terik.
Kebersihan bra sangat krusial sebab pakaian dalam ini bersentuhan terus-menerus dengan kulit tubuh kita. Kain bra yang kotor akibat keringat dan kotoran yang menempel berpotensi menjadi sarang penumpukan bakteri yang tidak diinginkan.
Menurut Kemunto Mokaya, seorang dokter spesialis kulit bersertifikat yang berpraktik di Conroe, Texas, Amerika Serikat, menjaga bra tetap bersih memiliki manfaat lebih dari sekadar penampilan. "Selain kulit jadi semakin sehat, dengan memakai bra yang bersih serta baunya segar, kenyamanan dan kepercayaan diri juga ikut meningkat," ujar Dr. Mokaya.
Mengenai frekuensi pencucian yang ideal, penelitian ilmiah belum memberikan kesimpulan pasti mengenai cara terbaik mencuci bra. Dilansir dari Every Day Health, Dr. Mokaya menyarankan agar bra dicuci setelah beberapa kali pemakaian untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kulit.
Saran serupa juga diutarakan oleh Christine Greves, seorang ginekolog di Orlando Health Women's Institute Center for Obstetrics & Gynecology. Ia berpendapat bahwa frekuensi yang lebih spesifik adalah mencuci bra setiap dua hingga tiga kali pemakaian.
Apabila menggunakan mesin cuci untuk membersihkan bra, perusahaan peralatan rumah tangga Whirlpool menyarankan penggunaan kantong cucian khusus. Hal ini bertujuan untuk membantu menjaga struktur dan bentuk asli dari bra tersebut selama proses pencucian berlangsung.
Untuk proses pencucian yang paling aman, baik Dr. Mokaya maupun pakar kesehatan lainnya merekomendasikan pencucian menggunakan tangan dengan deterjen yang lembut dan air dingin, khususnya pada bra yang memiliki bantalan busa (pad).
Dr. Mokaya menekankan pentingnya pembilasan yang menyeluruh saat mencuci bra dan pakaian dalam lainnya. "Bilas bra dan pakaian dalam yang lain berkali-kali. Tujuannya supaya bebas dari residu deterjen yang mungkin tertinggal," saran Dr. Mokaya, karena residu deterjen berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.
Mencuci bra terlalu sering juga dapat mempercepat kerusakan pada struktur penyangganya, sehingga perlu ada jeda antara pemakaian dan pencucian. Untuk memperpanjang jeda tersebut, Dr. Mokaya menyarankan penggunaan antiperspiran untuk mengurangi produksi keringat.