JAKARTAHYPE.COM - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah proaktif dalam mengawasi seluruh rangkaian proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun 2026. Pengawasan ini difokuskan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan penerimaan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Fokus utama dari pengawasan yang dilakukan oleh Ombudsman Kalsel adalah pencegahan praktik pungutan liar (pungli) dalam bentuk apapun di lingkungan penerimaan mahasiswa baru. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas dan keadilan bagi seluruh calon mahasiswa yang berpartisipasi.

Pengawasan ini mencakup seluruh mekanisme penerimaan yang diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berada di wilayah yurisdiksi Kalimantan Selatan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan seleksi yang sehat dan bebas diskriminasi.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Muflih Rasyid, secara tegas menyatakan komitmen lembaga mereka dalam memonitor proses ini hingga tuntas. Pengawasan ini penting mengingat tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

"Kami akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan SPMB tahun 2026 untuk memastikan tidak ada pungutan liar," ujar Muflih Rasyid.

Dikutip dari sumber berita, pengawasan ini juga bertujuan untuk menindaklanjuti berbagai masukan dan laporan yang mungkin diterima oleh Ombudsman terkait potensi maladministrasi. Tindakan preventif menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.

Proses pengawasan ini akan melibatkan pemantauan terhadap informasi publik yang disebarluaskan oleh pihak kampus terkait biaya pendaftaran dan persyaratan lainnya. Hal ini penting untuk membandingkannya dengan regulasi yang berlaku.

Ombudsman Kalsel mengimbau kepada seluruh calon mahasiswa dan orang tua untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi adanya praktik pungli atau penyimpangan prosedur selama proses seleksi berlangsung. Pelaporan dapat dilakukan melalui kanal resmi yang telah disediakan.

"Jika ada indikasi pungli atau maladministrasi, segera laporkan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti," kata Muflih Rasyid.