JAKARTAHYPE.COM - Program Strategis Nasional (PSN) mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan dan memasuki periode evaluasi setelah lebih dari satu tahun implementasi. Salah satu mandat utama dari program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini adalah upaya signifikan dalam menekan angka prevalensi stunting.

Fokus utama dari program MBG ini secara konsep adalah menyasar wilayah-wilayah di Indonesia yang masih menunjukkan angka stunting yang mengkhawatirkan sebagai prioritas utama. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mencapai target penurunan angka gagal tumbuh kembang pada anak.

Namun, muncul sorotan kritis dari berbagai pihak mengenai mekanisme distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang merupakan sarana pendukung program MBG. Distribusi ini dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran sesuai kebutuhan mendesak.

Beberapa pengamatan menunjukkan bahwa pembangunan atau penempatan SPPG justru cenderung terkonsentrasi di daerah dengan prevalensi stunting yang relatif rendah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas alokasi sumber daya program.

Menteri Kesehatan (Menkes) turut memberikan penekanan khusus terkait hal ini, berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat melakukan penyesuaian prioritas distribusi. Prioritas harus diberikan kepada daerah yang masih menghadapi tantangan stunting tinggi.

Menyikapi kondisi di lapangan, Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyampaikan bahwa dampak nyata dari program MBG terhadap penurunan angka stunting di wilayahnya belum terlihat secara signifikan. Hal ini menjadi indikasi perlunya evaluasi mendalam pada tingkat implementasi lokal.

"Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menekankan belum ada dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting dari program MBG di daerahnya," ujar Susana Herpena.

Oleh karena itu, arahan dari Kementerian Kesehatan ini menegaskan perlunya peninjauan ulang terhadap peta sasaran distribusi fasilitas dan bantuan gizi. Penyesuaian ini diharapkan dapat memaksimalkan dampak intervensi gizi pada populasi yang paling rentan.

Dikutip dari sumber berita, permintaan ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam PSN MBG benar-benar memberikan kontribusi nyata dalam perbaikan status gizi anak Indonesia.