JAKARTAHYPE.COM - Presiden Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), Samir Xaud, saat ini menghadapi tuduhan serius terkait dugaan penyalahgunaan dana organisasi. Kontroversi ini mencuat setelah muncul klaim bahwa dana federasi digunakan untuk membiayai perjalanan sejumlah perempuan yang diduga memiliki kedekatan dengannya.

Salah satu individu yang disebut-sebut terlibat adalah influencer bernama Camila Cristina Andrade, yang dikabarkan menjadi 'sugar baby' bagi Xaud. Pria berusia 42 tahun tersebut dituduh membiayai penerbangan Camila ke New York sebelum Xaud bertemu dengan istrinya, Natalia Xaud, di Meksiko untuk menghadiri pembukaan Piala Dunia Antarklub.

Camila Cristina Andrade, yang juga dikenal sebagai pengusaha kebugaran, dikabarkan menginap selama delapan hari di sebuah hotel mewah di Manhattan. Reservasi hotel tersebut disebut-sebut dibuat atas nama Samir Xaud sendiri.

Setelah meninggalkan Camila di New York, Xaud dilaporkan kembali ke Brasil untuk menyaksikan pertandingan tim nasional putri melawan Amerika Serikat pada tanggal 8 Juni. Selanjutnya, ia terbang menuju Mexico City untuk bergabung kembali dengan istrinya, dengan mana ia telah menikah selama lebih dari dua dekade dan dikaruniai tiga anak.

Dikutip dari Portal berita Leo Dias, dugaan penggunaan dana federasi tidak hanya berhenti pada kasus Camila. Xaud juga disebut pernah membiayai perjalanan model dan influencer lainnya, Tamares Fernandes Barcellos, ke Qatar untuk menghadiri FIFA Intercontinental World Cup pada Desember 2025.

Perjalanan Tamares ke Qatar dilaporkan mencakup fasilitas premium, seperti tiket kelas bisnis Emirates dan akomodasi di Ritz-Carlton Doha dari tanggal 15 hingga 19 Desember. Dokumen yang diperoleh media tersebut mengindikasikan bahwa federasi menanggung biaya hotel hampir mencapai US$3.400.

Media tersebut menuduh bahwa sejak menjabat sebagai presiden CBF, Xaud kerap memanfaatkan anggaran organisasi untuk mendanai perjalanan anggota keluarga, teman, dan sejumlah perempuan yang menghadiri acara-acara olahraga di luar Brasil. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai tata kelola keuangan federasi.

Sebagai respons atas tuduhan tersebut, CBF telah mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah seluruh klaim yang dipublikasikan. "Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) menolak informasi mengenai dugaan penyalahgunaan dana organisasi yang dipublikasikan oleh Portal Léo Dias," demikian pernyataan mereka.

Lebih lanjut, CBF menegaskan bahwa setiap pengeluaran yang dilakukan sepenuhnya terkait dengan kegiatan institusional federasi. "Pengeluaran yang dilakukan semata-mata terkait aktivitas institusional CBF, sementara pengeluaran pribadi para direkturnya ditanggung oleh masing-masing individu," tegas pernyataan tersebut.