JAKARTAHYPE.COM - Kelebihan berat badan atau obesitas selama ini dikenal sebagai faktor risiko utama bagi penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular. Namun, kini peran obesitas sebagai salah satu pemicu krusial munculnya berbagai jenis kanker mulai menjadi sorotan serius di kalangan profesional medis.
Hal ini menjadi pembahasan utama dalam sebuah forum ilmiah, di mana hubungan antara indeks massa tubuh (BMI) tinggi dengan peningkatan angka morbiditas kanker dipaparkan secara mendalam. Peningkatan kasus ini menunjukkan bahwa intervensi gaya hidup perlu segera dilakukan untuk menekan risiko keganasan.
Keterkaitan erat antara obesitas dan risiko kanker diungkapkan oleh seorang spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi medik. Narasumber memaparkan bahwa mayoritas kasus kanker yang diteliti memiliki koneksi yang sangat signifikan dengan kondisi berat badan berlebih.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Menurut data yang disampaikan, terdapat hubungan kuat antara obesitas dan munculnya penyakit kanker, khususnya pada kelompok usia tertentu. "Hampir 90 persen lebih, semua pasien obesitas itu dapat ditemukan pada pasien kanker yang usianya 50 tahun atau di atas 50 ya," ujar dr Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM.
Pernyataan ini disampaikan oleh dr Santi dalam acara The 6th Siloam Oncology Summit yang diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Acara ini menjadi wadah penting untuk berbagi penemuan klinis terbaru mengenai onkologi.
Sebuah riset yang berfokus pada populasi Asia semakin menguatkan temuan ini, dengan mengamati hubungan antara BMI tertinggi dan angka kematian akibat kanker. Studi tersebut mengidentifikasi jenis-jenis kanker spesifik yang lebih sering menyerang individu dengan obesitas.
Pada pasien pria yang mengalami obesitas, jenis kanker yang paling dominan ditemukan adalah kanker usus, diikuti oleh kanker liver dan leukemia. Sementara itu, pola yang teramati pada pasien wanita menunjukkan prevalensi yang sedikit berbeda dalam spektrum keganasan.
Untuk pasien wanita dengan berat badan berlebih, jenis kanker yang paling banyak teridentifikasi adalah kanker usus, kanker payudara, dan kanker uterus. Perbedaan jenis kanker ini mengindikasikan adanya mekanisme biologis yang dipicu oleh kondisi metabolisme berbeda antar jenis kelamin.
Secara patofisiologis, dr Santi menjelaskan bahwa terdapat tiga mekanisme biologis utama yang membuat individu obesitas lebih rentan terhadap perkembangan sel kanker. Mekanisme ini melibatkan disregulasi fundamental dalam sistem tubuh yang memicu lingkungan pro-kanker.