JAKARTAHYPE.COM - Elon Musk secara resmi memperkenalkan sebuah aplikasi pesan instan baru yang diposisikan sebagai pesaing langsung WhatsApp. Aplikasi ini dikembangkan dari fitur Direct Message (DM) yang sebelumnya ada di platform media sosial X, dan kini hadir sebagai entitas terpisah bernama XChat.

Peluncuran aplikasi mandiri ini menandai perubahan arah signifikan, mengingat XChat tadinya sempat diperkenalkan hanya sebagai fitur canggih dalam DM X tahun lalu. Versi beta sebelumnya bahkan diklaim telah mengadopsi teknologi enkripsi end-to-end yang juga digunakan oleh WhatsApp.

Pihak resmi XChat telah mengumumkan bahwa proses pra-pemesanan atau pre-order untuk pengguna perangkat iPhone dan iPad kini telah dibuka. Pengumuman ini mengindikasikan kesiapan mereka untuk memasuki pasar aplikasi pesan yang sangat kompetitif.

Dilansir dari Engadget, XChat menjanjikan keamanan data pengguna karena aplikasi ini juga didukung penuh oleh enkripsi dari ujung-ke-ujung. Fitur inti yang ditawarkan mencakup kemampuan bertukar pesan singkat dan melakukan panggilan suara antar pengguna.

Selain fungsi dasar tersebut, XChat membekali penggunanya dengan kemampuan untuk mengedit atau bahkan menghapus pesan yang sudah terkirim. Terdapat juga fitur privasi tambahan seperti opsi memblokir tangkapan layar dan fitur pesan yang dapat menghilang secara otomatis setelah jangka waktu tertentu.

Aplikasi ini menawarkan kapasitas grup chat yang cukup besar, diklaim mampu menampung hingga 481 anggota dalam satu grup. Pengguna juga dijanjikan pengalaman bebas dari iklan dan tidak akan dilacak aktivitasnya saat menggunakan platform ini.

Peluncuran XChat ini terjadi tak lama setelah Elon Musk melontarkan kritik tajam terhadap WhatsApp pekan lalu. Orang terkaya di dunia tersebut secara terbuka menyatakan keraguan mengenai kredibilitas platform milik Meta tersebut.

"WhatsApp tidak bisa dipercaya," unggah Musk, sambil turut membagikan informasi mengenai gugatan class action terbaru yang menuduh WhatsApp berbohong mengenai implementasi enkripsi dari ujung-ke-ujung, sebagaimana dikutip dari unggahan aslinya.

Tanggapan dari pihak WhatsApp segera menyusul melalui akun X resminya, yang menyatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan oleh Musk adalah tidak benar dan tidak masuk akal.