JAKARTAHYPE.COM - Puncak perayaan ritual adat Hindu Tengger, yakni Yadnya Kasada, akan segera tiba pada tahun 2026 mendatang, membawa konsekuensi penutupan sementara bagi kegiatan wisata di kawasan populer Gunung Bromo. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan upacara suci tersebut.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mengumumkan secara resmi bahwa seluruh aktivitas wisata di area Bromo akan dihentikan total selama periode tersebut. Penutupan ini direncanakan berlangsung selama empat hari penuh demi menjaga kesakralan dan kelancaran prosesi keagamaan.

Penetapan waktu penutupan ini merujuk pada jadwal pelaksanaan ritual Yadnya Kasada yang telah ditetapkan oleh tokoh adat setempat. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari adanya surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh otoritas adat Tengger.

Secara spesifik, penutupan kawasan akan dimulai tepat pada tengah malam tanggal 30 Mei 2026. Aktivitas wisata baru akan diizinkan kembali beroperasi setelah ritual adat selesai dilaksanakan dan dinyatakan aman oleh pihak terkait.

"Penutupan kawasan Bromo berlaku sejak 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB dalam rangka ritual Kasada," kata Rudi seperti dilansir dari Antara, Minggu (24/5/2026).

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan informasi mengenai kebijakan ini langsung dari Kota Malang, Jawa Timur, pada hari Minggu. Pernyataan ini menekankan pentingnya koordinasi antara pihak taman nasional dan komunitas lokal.

Keputusan ini didasarkan pada Surat Edaran dari Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger. Surat bernomor 294/E/PDP-Tengger/V/2026 itu secara khusus mengatur pelaksanaan Upacara Ritual Yadnya Kasada Tahun 2026.

Adanya penutupan sementara ini bertujuan untuk memastikan bahwa prosesi ritual dapat berjalan tanpa gangguan dari keramaian wisatawan. Hal ini merupakan bagian penting dari upaya pelestarian budaya dan spiritual masyarakat Tengger.

Oleh karena itu, para wisatawan yang berencana mengunjungi Bromo pada akhir Mei hingga awal Juni 2026 diminta untuk menyesuaikan kembali jadwal perjalanan mereka. Kepatuhan terhadap imbauan ini sangat diharapkan demi menghormati tradisi luhur yang akan dilaksanakan.