JAKARTAHYPE.COM - Di pedalaman Taman Nasional Kibale, Uganda, sebuah tragedi besar melanda komunitas simpanse Ngogo yang selama ini dikenal sebagai koloni terbesar di dunia. Kawanan yang semula hidup berdampingan secara harmonis kini terpecah menjadi dua kubu yang saling bermusuhan dan terlibat dalam aksi saling bunuh yang mengerikan.

Fenomena perpecahan sosial yang sangat langka ini diperkirakan hanya terjadi sekali dalam kurun waktu 500 tahun terakhir. Catatan mengenai konflik brutal tersebut telah dimuat secara mendalam dalam jurnal ilmiah Science, sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia.

Berdasarkan data penelitian selama tiga dekade sejak 1950-an, kawasan tersebut dihuni oleh sekitar 200 simpanse yang terbagi dalam klaster Pusat dan Barat. Selama puluhan tahun, kedua kelompok ini berbagi wilayah dengan rukun dan sering melakukan pertukaran anggota melalui interaksi sosial yang hangat.

Namun, harmoni tersebut mulai retak pada tahun 2015 ketika Aaron Sandel, seorang primatologis dari University of Texas di Austin, mengamati perilaku yang tidak lazim. Ia melihat kawanan Barat yang biasanya ramah justru menunjukkan sikap agresif dan mengejar kawanan Pusat saat mereka sedang melakukan proses perkawinan.

"Perilaku yang sangat tidak biasa ini belum pernah diamati atau didokumentasikan dalam penelitian sebelumnya," ujar Aaron Sandel.

Sejak saat itu, kedua kelompok mulai memisahkan diri secara sosial maupun geografis hingga puncaknya pada 2017 mereka mulai berpatroli menjaga perbatasan wilayah masing-masing. Ketegangan yang terus meningkat akhirnya meletus menjadi perang terbuka setahun kemudian yang memakan banyak korban jiwa.

Sepanjang periode 2018 hingga 2024, tercatat sebanyak 7 simpanse jantan dan 17 anak simpanse dari klaster Pusat tewas dibantai oleh kelompok Barat. Selain itu, 14 simpanse dewasa lainnya dinyatakan hilang tanpa jejak tanpa adanya tanda-tanda penyakit sebelum mereka lenyap secara misterius.

Para peneliti menduga keruntuhan hubungan sosial ini dipicu oleh populasi yang terlalu besar serta persaingan ketat dalam memperebutkan sumber makanan dan pasangan. Selain itu, kematian individu "penghubung" yang biasanya menjembatani kedua kelompok juga mempercepat terjadinya perpecahan yang mematikan tersebut.

Peristiwa serupa pernah diamati oleh ahli primata ternama Jane Goodall di Taman Nasional Gombe, Tanzania, pada dekade 1970-an silam. Saat itu, perpecahan kelompok juga berujung pada pembantaian sistematis terhadap simpanse yang dulunya merupakan anggota dari satu kawanan yang sama.