JAKARTAHYPE.COM - Kisah tentang makhluk mitologis naga telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Di nusantara sendiri, naga kerap digambarkan sebagai simbol penjaga keseimbangan alam dan kesuburan tanah.
Fenomena alam yang unik ini seolah menemukan wujudnya di puncak tertinggi Gunung Sanggabuana, yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ketinggian gunung ini mencapai 1.291 meter di atas permukaan laut.
Di gunung yang merupakan eks karesidenan era kolonial ini, predikat penunggu setia tanah tertinggi disematkan kepada seekor satwa nyata. Satwa ini dikenal dengan sebutan Naga Jawa, atau memiliki nama latin Xenodermus javanicus.
Nama ilmiah Xenodermus sendiri memiliki arti "kulit aneh". Makna ini sangat pas menggambarkan visual fisik dari ular kecil nan ramping yang umumnya berwarna abu-abu gelap hingga kehitaman tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Animalium-BRIN, tampilan ular ini memang memiliki kemiripan yang mencolok dengan gambaran makhluk mitologi naga. Bentuknya yang kecil dan tekstur tubuh yang dipenuhi tonjolan khas membuatnya tampak seperti naga versi mini.
Dikutip dari Animalium-BRIN, "Nama Xenodermus sendiri memiliki arti 'kulit aneh', sebuah nama yang sangat merepresentasikan visual fisik ular kecil ramping berwarna abu-abu gelap kehitaman ini."
Masih dari sumber yang sama, "Berdasarkan data dari Animalium-BRIN, rupa ular ini memang sangat mirip dengan gambaran makhluk mitologi naga dalam bentuk mini karena tekstur tubuhnya yang dipenuhi tonjolan khas."
Keberadaan Naga Jawa di Gunung Sanggabuana menambah kekayaan mitologi lokal dan daya tarik alam di wilayah Karawang. Satwa ini menjadi representasi menarik antara dunia nyata dan legenda.
Oleh karena itu, Gunung Sanggabuana tidak hanya dikenal sebagai destinasi alam, tetapi juga sebagai rumah bagi satwa unik yang memunculkan imajinasi tentang makhluk mitos.