JAKARTAHYPE.COM - Aktris musikal Ruthie Henshall akhirnya membuka tabir kisah asmara yang selama ini tersimpan rapat dengan Pangeran Edward, putra bungsu mendiang Ratu Elizabeth II. Melalui buku memoarnya yang bertajuk "The Showgirl and the Prince", Henshall membagikan berbagai momen pribadi selama lima tahun mereka menjalin hubungan.
Kisah cinta ini bermula ketika Pangeran Edward memutuskan meninggalkan pelatihan Royal Marines dan mengejar karier di dunia teater sebagai asisten produksi. Keputusan tersebut kala itu cukup menarik perhatian publik karena dianggap menyimpang dari tradisi kerajaan.
Pertemuan yang sering terjadi di lingkungan kerja membuat hubungan Pangeran Edward dan Ruthie Henshall semakin dekat hingga berlanjut ke jenjang asmara. Henshall mengaku dirinya kerap berusaha menemui Edward setiap kali ada kesempatan, dan tidak memungkiri rasa penasarannya terhadap status sang pangeran.
Suatu ketika, saat berkunjung ke Istana Buckingham, Ruthie Henshall dikejutkan dengan sebuah fakta unik mengenai kebiasaan Pangeran Edward. Ia menemukan bahwa seluruh pakaian dalam sang pangeran diberi label nama.
"Saya baru menyadari kemudian bahwa Edward memberi label nama di semua pakaian dalamnya. Ya, setiap potong bertuliskan 'HRH Edward'," ungkap Ruthie Henshall, seperti dikutip dari artikel aslinya.
Henshall juga menyingkap sisi romantis Pangeran Edward yang jarang diketahui publik. Setelah ciuman pertama mereka, sang pangeran mengirimkan surat yang berisi permintaan agar hubungan mereka tidak dijalani secara terburu-buru.
"Ia memintaku bersabar untuk urusan tidur bersama. Meski sangat menyukaiku, ia tidak ingin melangkah terlalu cepat dan merusak sesuatu yang begitu istimewa," aku Ruthie Henshall, seperti dikutip dari artikel aslinya.
Pangeran Edward dilaporkan rutin mengirimkan surat tulisan tangan yang menggunakan kop surat Istana Buckingham. Surat-surat tersebut selalu ditutup dengan tanda ciuman, dan ia juga sering memberikan bunga freesia, yang merupakan bunga favorit Ruthie Henshall.
Ketika hubungan mereka memasuki tahap yang lebih intim pada Januari 1989, Ruthie Henshall menggambarkan Pangeran Edward sebagai sosok yang romantis dan lembut. Ia bahkan bercanda bahwa ia sering membuat sang pangeran harus berangkat kerja keesokan harinya dengan mata yang masih mengantuk.