JAKARTAHYPE.COM - Serangkaian peristiwa misterius yang melibatkan peneliti nuklir dan kedirgantaraan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir memicu perhatian serius dari lembaga federal. Kejadian ini mencakup sejumlah kasus kematian dan hilangnya personel yang memiliki peran penting dalam riset sensitif tersebut.
Menanggapi situasi ini, Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengambil langkah tegas untuk mengurai benang kusut di balik serangkaian insiden tersebut. FBI kini memimpin upaya koordinasi untuk mencari korelasi di antara kasus-kasus hilangnya para ilmuwan tersebut.
"Memimpin upaya mencari keterkaitan ilmuwan yang hilang dan meninggal," demikian pernyataan resmi FBI yang dilansir dari CNN Internasional pada Kamis (23/4/2026).
Investigasi ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga penting guna memastikan cakupan penyelidikan yang komprehensif. FBI menyatakan bahwa mereka bekerja sama erat dengan Departemen Energi, Departemen Perang, serta berbagai otoritas penegak hukum lainnya.
Komite Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, yang dikendalikan oleh Partai Republik, juga mengumumkan rencana untuk menggelar penyelidikan tersendiri. Mereka menyoroti fakta bahwa para korban memiliki akses terhadap data ilmiah yang sangat sensitif bagi keamanan negara.
Sementara itu, Administrasi Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) memberikan tanggapan singkat mengenai situasi ini. Lembaga antariksa tersebut memastikan bahwa mereka turut berkoordinasi dengan lembaga terkait mengenai masalah yang menimpa para ilmuwan tersebut.
Juru bicara NASA, Bethany Stevens, menekankan bahwa sejauh ini tidak ada indikasi yang mengancam keamanan nasional terkait dengan aktivitas di lembaga mereka. "Saat ini tidak ada hal terkait NASA yang mengindikasikan ancaman pada keamanan nasional," ucap Bethany Stevens.
Kasus-kasus janggal ini terdeteksi dimulai sejak tahun 2023, ketika Michael David Hicks, seorang ilmuwan NASA, ditemukan meninggal dunia pada 30 Juli 2023 tanpa kejelasan mengenai penyebab kematiannya. Hicks telah mengabdi selama hampir 25 tahun di Jet Propulsion Laboratory NASA, fokus pada penelitian komet dan asteroid.
Putri almarhum, Julia Hicks, memberikan pandangan mengenai kondisi ayahnya, menyebutkan bahwa sang ayah sedang berjuang melawan masalah kesehatan. Ia merasa kematian ayahnya tidak logis jika dihubungkan dengan potensi penyelidikan federal.