JAKARTAHYPE.COM - Perusahaan antariksa Blue Origin milik miliarder Jeff Bezos menghadapi kendala serius setelah roket andalannya, New Glenn, gagal menyelesaikan misi peluncuran ketiga secara sempurna. Kegagalan ini berpusat pada ketidakmampuan roket menempatkan satelit pelanggan ke orbit yang semestinya.

Otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), segera merespons insiden ini dengan mewajibkan penghentian sementara operasional roket New Glenn. Selain itu, FAA juga telah membuka investigasi menyeluruh untuk menelusuri akar permasalahan dari kegagalan misi yang terjadi.

Insiden ini terjadi pada peluncuran yang dilaksanakan pada tanggal 19 April lalu, di mana roket tersebut membawa satelit bernama BlueBird 7 milik perusahaan AST SpaceMobile. Kegagalan utama terletak pada tahap akhir pelepasan muatan yang tidak sesuai spesifikasi orbit.

Secara garis besar, fase awal peluncuran roket setinggi 98 meter tersebut berjalan sesuai rencana, termasuk keberhasilan tahap pertama kembali mendarat di Samudra Atlantik. Namun, permasalahan teknis muncul ketika roket memasuki tahap atas yang bertugas membawa satelit ke orbit Bumi rendah.

CEO Blue Origin, Dave Limp, memberikan penjelasan mengenai sumber kegagalan teknis yang terjadi pada roket tersebut. "Salah satu dari dua mesin BE-3U tidak menghasilkan dorongan yang cukup pada fase pembakaran penting," ujar Dave Limp.

Akibat kekurangan dorongan pada mesin tersebut, satelit BlueBird 7 dilepaskan pada ketinggian yang terlalu rendah dari yang direncanakan. Ketinggian orbit yang tidak memadai ini menyebabkan satelit kehilangan kemampuan untuk mempertahankan operasinya secara berkelanjutan.

Operator satelit, AST SpaceMobile, mengonfirmasi bahwa satelit BlueBird 7 sempat menunjukkan tanda-tanda aktivitas setelah terpisah dari roket. Meskipun demikian, ketinggian orbit yang keliru membuat satelit tersebut tidak dapat berfungsi secara normal dan akhirnya harus dikeluarkan dari orbit.

Dampak dari kegagalan ini cukup signifikan karena banyak misi penting lainnya yang bergantung pada keandalan New Glenn. Salah satu yang paling disorot adalah rencana peluncuran uji coba wahana pendarat bulan bernama Blue Moon yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini sebagai bagian dari program Artemis NASA.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyampaikan pandangan optimis mengenai kemampuan Blue Origin untuk bangkit dari keterpurukan ini. "Ia menilai keberhasilan penggunaan ulang tahap pertama New Glenn menunjukkan kemajuan signifikan menuju misi bulan berawak," tambah Jared Isaacman.