JAKARTAHYPE.COM - Jeff Bezos dan pasangannya, Lauren Sánchez Bezos, dikabarkan telah mengeluarkan setidaknya dana sebesar $10 juta untuk mensponsori acara Met Gala yang diselenggarakan pada Senin malam. Keputusan finansial ini menempatkan pasangan miliarder tersebut dalam lingkaran dalam Anna Wintour di acara mode terbesar tahunan itu.
Pasangan Bezos dijadwalkan duduk bersama teman dekat mereka, termasuk Kris Jenner, selama perhelatan akbar tersebut. Selain itu, mereka juga didapuk sebagai salah satu ketua kehormatan acara, bersama dengan nama besar seperti Beyoncé, Nicole Kidman, Venus Williams, dan Wintour sendiri.
Anna Wintour, mantan editor Vogue, memanfaatkan acara tahunan ini untuk mengumpulkan dana bagi Anna Wintour Costume Center di Metropolitan Museum of Art. Kehadiran Bezos dan Sánchez menunjukkan pergeseran fokus acara menuju kekuatan finansial terkini.
"Keluarga Bezos saat ini merepresentasikan mimpi Amerika dalam hal status, kekayaan, dan gaya," jelas mantan editor Vogue, William Norwich, saat diwawancarai. Beliau menambahkan bahwa pasangan tersebut menunjukkan konsumsi yang mencolok dan telah mendapatkan 'AWOK'—yaitu Anna Wintour OK.
Namun, bagi sebagian kalangan di dunia mode, kedekatan Wintour dengan "royalti baru yang aneh" ini—sebutan salah satu sumber untuk Bezos—dianggap menyimpang dari esensi Met Gala. Keluarga Bezos baru-baru ini merayakan Raja Charles dan Ratu Camilla dalam jamuan kenegaraan di Gedung Putih, di mana Sánchez Bezos tampil memukau dengan mengenakan batu mulia zamrud seberat 200 karat.
"Saya merasa patah hati," aku seorang tamu tetap Met Gala dan figur mode yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan pandangannya bahwa acara ini kini seperti ajang "membeli jalan masuk ke dalam kebaikan Anna dan Met."
Sánchez Bezos, 56 tahun, sudah mendapatkan persetujuan Wintour pada Juni tahun lalu ketika ia tampil di sampul digital Vogue untuk mempromosikan pernikahan mewahnya di Venesia. Pernikahan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Kim Kardashian, Oprah Winfrey, dan Leonardo DiCaprio.
"Bagi saya, ini bukan hanya tentang gala, ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di dunia tempat kita hidup," kata Stephanie Winston Wolkoff, mantan perencana acara khusus Vogue yang memimpin acara tersebut selama lebih dari satu dekade. Ia melanjutkan, "Dulu, akses ke ruang seperti Met Gala, atau bahkan halaman Vogue, bukanlah sesuatu yang bisa dibeli begitu saja; itu didapat melalui pengaruh, karya, dan dampak Anda. Itu membawa rasa prestise yang terasa diperoleh, bukan transaksional."
Winston Wolkoff, yang menulis buku laris "Melania & Me: The Rise and Fall of My Friendship With The First Lady," mengamati evolusi acara tersebut. "Gala telah berevolusi," tambah beliau. "Dulu itu adalah perayaan sejati para desainer, musa mereka, dan seni di balik mode. Setiap orang di karpet terasa disengaja, seolah-olah mereka adalah bagian dari narasi yang lebih besar. Perasaan tujuan itu kini terasa kurang terdefinisi."