JAKARTAHYPE.COM - Mexico City kembali mencetak sejarah di kancah sepak bola dunia dengan persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk ketiga kalinya. Prestasi ini menempatkannya pada posisi unik dalam catatan penyelenggara turnamen akbar tersebut.
Kota metropolitan ini telah lama dikenal sebagai panggung ikonik bagi momen-momen penting dalam sejarah Piala Dunia. Momen legendaris seperti kemenangan Pelé pada tahun 1970 dan gol kontroversial "Tangan Tuhan" oleh Diego Maradona pada 1986 terukir di stadion kota tersebut.
Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, ibu kota Meksiko ini kian mengukuhkan statusnya sebagai kota pertama di dunia yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia sebanyak tiga kali. Hal ini menjadi pencapaian signifikan secara historis bagi kota tersebut.
Namun, di balik euforia dan sorak sorai penonton yang diprediksi akan memadati stadion, Mexico City menyimpan narasi geografis yang kompleks dan menantang. Kota ini memiliki karakteristik ketinggian yang signifikan dibandingkan banyak kota besar lainnya.
Mexico City berdiri megah pada elevasi lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu kota padat penduduk dengan kondisi geografis yang sangat khas. Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri bagi para atlet yang bertanding.
Secara historis, pembangunan kota ini memiliki akar yang dalam dan unik. Lebih dari lima abad silam, para penjelajah dari Spanyol mendirikan permukiman di lokasi yang sebelumnya merupakan pusat peradaban kuno yang signifikan.
Kota modern ini dibangun tepat di atas reruntuhan Tenochtitlan, yang merupakan ibu kota dari Kekaisaran Aztec yang pernah berjaya. Tenochtitlan sendiri merupakan sebuah peradaban yang dibangun di atas sistem danau purba, khususnya Danau Texcoco.
Dilansir dari sumber berita yang meliput persiapan kota tersebut, disebutkan bahwa "Mexico City mencetak rekor sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali."
Lebih lanjut, narasi mengenai keunikan kota tersebut juga ditekankan dalam artikel tersebut, di mana disebutkan bahwa "Bukan cuma sejarahnya, geografisnya juga mencengangkan!" ujar sumber tersebut.