JAKARTAHYPE.COM - Sebuah perusahaan perlengkapan sanitasi di Stavropol, Rusia, baru-baru ini menggemparkan publik dengan penyelenggaraan sebuah kompetisi yang sangat tidak lazim. Acara yang diberi nama 'Game of Thrones' ini menantang para pesertanya untuk melakukan aksi minum soda langsung dari kloset.

Kompetisi unik ini diselenggarakan di toko milik perusahaan Domix dan berhasil menarik perhatian puluhan peserta yang siap bersaing. Total hadiah yang ditawarkan untuk para pemenang mencapai angka fantastis, yaitu 100.000 rubel, setara dengan Rp23 juta.

Dalam babak penyisihan awal, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari tujuh orang. Tujuannya adalah untuk menguji kecepatan dan ketahanan peserta dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.

Para kontestan harus berlomba untuk menghabiskan isi minuman soda secepat mungkin. Uniknya, aksi minum ini dilakukan langsung dari dalam kloset yang baru, menggunakan sedotan berukuran besar sebagai alat bantu.

Peserta yang berhasil menyelesaikan minumannya paling cepat di antara anggota kelompoknya, berhak untuk melaju ke babak selanjutnya. Hal ini menciptakan atmosfer persaingan yang ketat dan penuh strategi antar tim.

"Kompetisi ini kami adakan untuk memberikan pengalaman yang berbeda dan tentunya menghibur bagi masyarakat," ujar salah seorang panitia penyelenggara, yang tidak disebutkan namanya. Pernyataan ini menekankan tujuan acara sebagai hiburan yang unik.

"Kami ingin melihat bagaimana para peserta bereaksi dan bersaing dalam situasi yang tidak biasa ini," tambah juru bicara perusahaan Domix, yang juga tidak disebutkan namanya. Hal ini mengindikasikan adanya unsur eksperimen sosial dalam penyelenggaraan lomba tersebut.

"Hadiahnya cukup menarik, jadi saya memutuskan untuk mencoba peruntungan, meskipun tantangannya cukup ekstrem," kata salah seorang peserta yang enggan menyebutkan namanya. Pengakuan ini menunjukkan motivasi finansial di balik partisipasi peserta.

"Awalnya sedikit ragu, tapi keseruan kompetisi ini membuat saya melupakan rasa canggung," ujar peserta lain yang juga memilih untuk anonim. Pengalaman pribadi ini menggambarkan dinamika emosional peserta selama acara berlangsung.