JAKARTA, JakartaHype.com - Meta secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka tengah menguji coba layanan berlangganan baru yang dinamakan WhatsApp Plus. Langkah ini menandai pergeseran strategi bagi platform pesan instan tersebut, yang selama ini konsisten menyediakan fitur-fitur gratis bagi penggunanya. Melalui uji coba ini, Meta berupaya melihat sejauh mana minat pengguna untuk membayar pengalaman penggunaan aplikasi yang lebih personal.
Berdasarkan keterangan perusahaan, kehadiran WhatsApp Plus tidak akan membatasi fitur-fitur inti yang sudah ada. Layanan dasar seperti mengirim pesan, melakukan panggilan, dan fitur grup tetap dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengguna. WhatsApp Plus diposisikan sebagai fitur tambahan (add-on) bagi mereka yang menginginkan kontrol lebih luas terhadap tampilan dan fungsionalitas aplikasi.
Salah satu fitur unggulan dalam tingkatan Plus ini adalah kemampuan untuk menyematkan (pin) hingga 20 percakapan, meningkat drastis dari batas maksimal saat ini yang hanya tiga percakapan. Fitur ini dinilai sangat bermanfaat bagi pengguna yang harus mengelola komunikasi pekerjaan, keluarga, dan grup secara bersamaan. Selain itu, terdapat dukungan untuk daftar khusus (custom lists), di mana pengguna dapat mengelompokkan percakapan dan menerapkan pengaturan notifikasi, nada dering, hingga tema secara kolektif.
Dari sisi estetika, Meta menambahkan lebih banyak pilihan tema chat, variasi warna, hingga nada dering khusus untuk kontak tertentu. Terdapat pula rencana pengembangan fitur visual lainnya, seperti ikon aplikasi yang dapat diubah sesuai keinginan pengguna sebagaimana dikutip dari Gizmochina pada Selasa (21/4/2026).
Beberapa laporan dari versi beta, termasuk informasi dari WABetaInfo, menunjukkan bahwa fitur-fitur tersebut barulah permulaan. Jika uji coba ini membuahkan hasil positif, Meta kemungkinan akan menghadirkan fitur eksklusif lainnya seperti stiker dengan efek khusus dan reaksi pesan yang lebih interaktif di masa mendatang.
Saat ini, WhatsApp Plus masih dalam tahap peluncuran terbatas. Meta menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah untuk memahami apakah pengguna benar-benar menemukan nilai tambah dari fitur-fitur ekstra tersebut. Hingga saat ini, belum ada jadwal peluncuran resmi maupun penetapan harga tetap, meski pengujian awal di beberapa wilayah menunjukkan angka di kisaran €2,49 atau sekitar Rp42.000 per bulan.
Langkah strategis ini dipandang sebagai upaya Meta untuk memonetisasi WhatsApp tanpa harus menyisipkan iklan yang berisiko mengganggu kenyamanan pengguna. Selain itu, kehadiran layanan berlangganan ini membawa WhatsApp selangkah lebih dekat dengan kompetitornya, Telegram, yang telah lebih dulu menawarkan opsi kustomisasi mendalam bagi para pengguna setianya.