JAKARTAHYPE.COM - Menjaga kebersihan dan kesehatan kucing peliharaan adalah tanggung jawab utama setiap pemilik hewan, mengingat risiko penyakit kulit tetap mengintai meskipun kucing tersebut jarang beraktivitas di luar rumah. Infeksi jamur pada kucing, yang dikenal secara medis sebagai dermatophytosis atau sering disebut ringworm, merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kerontokan bulu dan kulit bersisik.
Penyakit kulit ini tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga menimbulkan rasa gatal yang signifikan, mengurangi kenyamanan dan kualitas hidup si meong kesayangan. Masalah ini umumnya disebabkan oleh dua jenis jamur utama, yaitu Microsporum Canis dan Trichophyton Mentagrophytes.
Dilansir dari Popbela, infeksi jamur ini paling sering ditemukan menyerang anak kucing yang usianya masih di bawah satu tahun, dengan area yang rentan biasanya meliputi kepala, telinga, punggung, dan kaki bagian depan. Penularan utama dari infeksi ini terjadi melalui kontak langsung dengan kucing lain yang sudah terjangkit penyakit tersebut.
Langkah penanganan pertama yang bisa dilakukan pemilik adalah mengaplikasikan salep topikal secara langsung pada area kulit yang menunjukkan gejala berupa kerak dan sisik. Namun, jika kasus infeksi jamur sudah meluas mencakup seluruh tubuh kucing, penanganan harus ditingkatkan dengan memandikan hewan menggunakan sampo antijamur yang diformulasikan khusus.
Sampo yang mengandung zat aktif seperti mikonazol dan klorheksidin direkomendasikan untuk digunakan rutin, yaitu dua kali dalam seminggu, sampai kondisi kulit kucing menunjukkan perbaikan signifikan. Pemilik harus selalu berhati-hati dan mengenakan sarung tangan pelindung saat mengaplikasikan salep atau memandikan kucing untuk mencegah risiko penularan kepada manusia.
Apabila penanganan mandiri tidak memberikan hasil optimal, langkah krusial selanjutnya adalah membawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang lebih tepat. Dokter hewan biasanya akan meresepkan obat oral yang harus dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan, seperti griseofulvin, terbinafine, ketoconazole, atau itraconazole.
Mencukur bulu kucing, khususnya bagi ras yang memiliki bulu tebal, merupakan bagian penting dari proses penyembuhan karena membantu mencegah perkembangbiakan spora jamur di antara helai rambut. Langkah ini juga efektif mengurangi kerontokan dan memastikan obat luar seperti salep atau sampo dapat terserap maksimal oleh kulit.
Untuk memutus mata rantai penularan, kucing yang sedang dalam masa pengobatan harus segera diisolasi dalam kandang khusus guna membatasi interaksinya dengan penghuni rumah lain, baik manusia maupun hewan peliharaan lainnya. Infeksi jamur merupakan penyakit zoonosis, yang berarti ada potensi penularan ke manusia dan dapat memicu ruam merah disertai rasa gatal pada kulit.
Spora jamur memiliki daya tahan yang cukup tinggi di lingkungan, bahkan mampu bertahan hidup hingga kurang lebih 18 minggu lamanya. Oleh karena itu, pembersihan menyeluruh pada area bermain, kandang, dan seluruh sudut rumah wajib dilakukan secara berkala untuk menghentikan siklus penularan.