JAKARTAHYPE.COM - Film terbaru berjudul Dilan ITB 1997 dijadwalkan tayang pada 30 April mendatang, menandai babak baru dalam perjalanan karakter Dilan. Kisah ini membawa penonton menyaksikan evolusi Dilan yang kini telah menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Peran Dilan dalam installment terbaru ini dipercayakan kepada Ariel Noah, sementara karakter Ancika diperankan oleh aktris Niken Anjani. Pengarahan film ini kembali ditangani oleh Fajar Bustomi, yang telah sukses menggarap seri Dilan sebelumnya.
Secara naratif, Dilan ITB 1997 menawarkan kedalaman cerita yang lebih kompleks dibandingkan seri sebelumnya yang fokus pada romansa remaja. Film ini memadukan intrik percintaan dengan latar belakang gejolak sosial dan politik yang melanda Indonesia menjelang Reformasi 1998.
Berlatar tahun 1997, fokus utama cerita adalah Dilan yang kini menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Kehidupan kampusnya tidak hanya diisi kegiatan akademik, tetapi juga keterlibatan aktif dalam diskusi intelektual.
Dilan digambarkan sebagai mahasiswa yang kritis dan mulai mengambil peran dalam pergerakan mahasiswa yang semakin memanas jelang pergantian rezim. Keterlibatannya dalam aksi mahasiswa seringkali diekspresikan melalui penampilan musiknya, bahkan ia memimpin orasi di tengah keramaian.
Pada era ini, kisah asmara Dilan masih berlanjut bersama Ancika, yang hubungannya kini memasuki tahap yang lebih serius. Namun, ketenangan hubungan tersebut terganggu dengan kembalinya sosok Milea, yang diperankan oleh Raline Shah, ke dalam kehidupan Dilan.
Selain kemunculan Milea, Dilan dihadapkan pada perempuan asing bernama Hana, yang diperankan oleh Della Dartyan, ketika ia sedang aktif terlibat dalam aksi-aksi menjelang Reformasi. Kehadiran dua perempuan ini menimbulkan gejolak dan dilema baru dalam relasi Dilan dan Ancika.
Akibat dinamika asmara yang rumit ini, Dilan dan Ancika harus menghadapi ujian berat dalam upaya mereka mempertahankan ikatan yang telah terjalin. Film ini mengeksplorasi bagaimana isu pribadi berbenturan dengan konteks sosial politik yang sedang terjadi.
Dilansir dari CNN Indonesia, film ini merupakan kelanjutan dari Dilan 1990, Dilan 1991, dan Ancika: Dia yang Bersamaku 1995. Fajar Bustomi kembali dipercaya sebagai sutradara untuk mengawal kelanjutan kisah ikonik ini.