JAKARTAHYPE.COM - Rumah ibadah yang memiliki nilai historis mendalam, Vihara Dharma Bhakti, berlokasi strategis di jantung kawasan Pecinan Pancoran Glodok, Jakarta Barat. Vihara ini memegang predikat sebagai salah satu struktur keagamaan tertua yang masih berdiri kokoh di ibu kota negara.

Secara historis, bangunan ini lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan nama Kelenteng Kim Tek Ie. Keberadaannya telah tercatat sejak tahun 1650, menjadikannya saksi bisu transformatif dari era Batavia kolonial hingga menjadi Jakarta yang modern seperti saat ini.

Keberadaan vihara berusia ratusan tahun ini memberikan gambaran autentik mengenai perkembangan awal kota Jakarta di bawah pemerintahan Belanda pada abad ke-17. Vihara tersebut menjadi penanda penting dalam peta sejarah sosial dan budaya kota metropolitan ini.

Founder SANA Kenal Kota, Abimantra Pradhana, menyoroti signifikansi usia dari Vihara Dharma Bhakti. Ia menggarisbawahi bahwa usia bangunan ini hampir sepadan dengan periode awal pembangunan Batavia oleh kekuatan kolonial Belanda.

Menurut pandangan Abimantra Pradhana, keberadaan vihara kuno ini membuktikan bahwa kawasan Glodok telah lama menjadi pusat aktivitas masyarakat yang dinamis. Hal ini terjadi jauh sebelum Jakarta mencapai statusnya sebagai ibu kota modern Indonesia.

"Usia Vihara Dharma Bhakti ini hampir setua perkembangan awal Batavia yang dibangun Belanda pada abad ke-17," ujar Abimantra Pradhana.

Lebih lanjut, Abimantra Pradhana menjelaskan implikasi historis dari temuan ini bagi pemahaman kota. "Keberadaan vihara tersebut menunjukkan bagaimana kawasan Glodok telah menjadi pusat aktivitas masyarakat sejak ratusan tahun lalu," katanya.

Analisis ini memperkuat narasi bahwa Glodok bukan sekadar kawasan dagang, melainkan juga episentrum kehidupan komunal yang telah mapan sejak masa kolonial. Fungsi vihara sebagai tempat ibadah telah bertahan melintasi berbagai perubahan rezim pemerintahan.

Melalui Vihara Dharma Bhakti, para sejarawan dan pemerhati kota dapat menelusuri jejak akulturasi budaya yang telah lama terjalin di Jakarta. Ini menegaskan peran penting komunitas Tionghoa dalam pembentukan identitas Jakarta.