JAKARTAHYPE.COM - Bulan Mei selalu diawali dengan hari libur nasional yang memiliki makna mendalam bagi seluruh pekerja di Indonesia. Tanggal merah tersebut diperuntukkan sebagai peringatan penting yang menghormati dedikasi serta perjuangan kaum buruh di seluruh dunia.

Tanggal 1 Mei secara universal diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau yang akrab dikenal sebagai May Day. Peringatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan atas hak-hak dan kontribusi signifikan para pekerja. Pada tahun 2026, hari raya ini akan jatuh pada hari Jumat, 1 Mei.

Di Indonesia, penetapan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional telah diatur secara resmi dalam kerangka hukum. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri mengenai penetapan hari libur nasional dan cuti bersama.

Proses menjadikan 1 Mei sebagai hari libur resmi di Tanah Air memerlukan perjalanan yang tidak singkat. Keberadaannya sebagai hari libur nasional diresmikan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan Presiden tersebut secara eksplisit menjabarkan penetapan tersebut. "Menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Libur untuk memperingati Hari Buruh Internasional," bunyi salah satu poin dalam Keppres tersebut.

Dengan adanya penetapan ini, tanggal tersebut menjadi momen apresiasi bagi seluruh pekerja atas kerja keras mereka. Hari Buruh juga berfungsi sebagai waktu istirahat yang esensial untuk memulihkan energi dari rutinitas pekerjaan yang padat.

Akar sejarah Hari Buruh Internasional bermula dari gerakan buruh masif di Amerika Serikat pada penghujung abad ke-19. Pada masa itu, kondisi kerja sangatlah eksploitatif, ditandai dengan jam kerja yang tak manusiawi.

Para pekerja kala itu seringkali dipaksa bekerja hingga 20 jam sehari dengan upah yang sangat minim dibandingkan dengan beban kerja berat yang mereka pikul. Ketidakadilan sistemik ini menjadi pemicu utama lahirnya gerakan perlawanan.

Puncak dari tuntutan ini terjadi pada 1 Mei 1886, saat sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat melakukan demonstrasi besar. Mereka menuntut agar jam kerja dibatasi secara tegas menjadi delapan jam per hari, sebuah aksi yang berlangsung selama empat hari berturut-turut.