JAKARTAHYPE.COM - Menjadi pengemudi ojek online (ojol) telah menjadi pilihan realistis bagi banyak masyarakat Indonesia untuk mencukupi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Baru-baru ini, sebuah pemaparan memberikan gambaran jelas mengenai korelasi antara intensitas bekerja dan jumlah pesanan yang diselesaikan dengan total pendapatan yang berhasil diraih para mitra di lapangan.
Grab Indonesia membeberkan rata-rata pendapatan yang dikumpulkan oleh mitra pengemudi aktif di platform mereka. Berdasarkan data internal perusahaan, angka penghasilan yang dibawa pulang oleh para mitra ini sangat bervariasi, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan mampu mencapai angka pendapatan yang signifikan.
Secara spesifik, bagi pengemudi roda dua yang berhasil meraih pendapatan tinggi, mereka rata-rata menyelesaikan sekitar 28 pesanan per hari. Profil mitra dalam kategori ini umumnya adalah kepala keluarga yang berperan sebagai tulang punggung ekonomi, atau mereka yang sebelumnya merupakan mantan karyawan maupun wirausaha.
Sementara itu, untuk segmen pengemudi roda empat, rata-rata mereka menyelesaikan sekitar 11 pesanan per hari. Kelompok ini biasanya didominasi oleh pengemudi profesional yang bekerja penuh waktu dan mencari nafkah utama dari layanan transportasi daring tersebut.
Perlu dicatat bahwa komunitas mitra Grab Indonesia tidak hanya terdiri dari mereka yang menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber pendapatan utama. Mayoritas justru memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan tambahan untuk menopang keuangan.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% pengemudi roda dua dan 67% pengemudi roda empat menjadikan ojol sebagai pekerjaan sampingan. Mereka umumnya sudah memiliki pekerjaan formal dan baru mengambil orderan setelah jam kerja utama selesai atau di waktu luang.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyoroti poin penting mengenai fleksibilitas yang ditawarkan oleh platform digital ini. "Banyak sekali yang seperti itu. Nah, jadi ini kalau dilihat adalah satu fleksibilitas yang diberikan oleh Grab dan untungnya dengan memanfaatkan teknologi," jelas Neneng Goenadi dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.
Berdasarkan rincian yang disampaikan, penghasilan rutin bagi pengemudi roda dua (Rp 4-10 juta) umumnya memerlukan rata-rata 28 order per hari, dengan profil mitra sebagai tulang punggung keluarga. Penghasilan tambahan (Rp 1-4 juta) dicapai dengan sekitar 15 order per hari oleh mitra seperti ibu rumah tangga atau pekerja lepas.
Untuk penghasilan tambahan yang lebih kecil (Rp 1-4 juta) pada roda dua, rata-rata order berada di angka 6 per hari, biasanya dikerjakan setelah pekerjaan utama selama 2-4 jam oleh PNS atau karyawan. Sementara itu, penghasilan sesekali (di bawah Rp 1 juta) didapat dari 4 order per hari, seringkali hanya pada akhir pekan.