JAKARTAHYPE.COM - Bulan Mei tahun ini dijanjikan akan menyuguhkan serangkaian tontonan menarik di langit malam, mulai dari fenomena hujan meteor rutin hingga kejadian kosmik yang tergolong langka. Beberapa atraksi langit ini dapat diamati langsung tanpa alat bantu, sementara yang lainnya memerlukan kondisi pengamatan ideal.

Beberapa peristiwa penting dalam kalender astronomi Mei di antaranya adalah puncak hujan meteor Eta Aquarids dan fenomena Bulan Purnama langka yang dikenal sebagai Blue Moon. Untuk dapat menikmati suguhan alam semesta ini secara optimal, para pengamat disarankan mencari lokasi yang jauh dari polusi cahaya perkotaan dan memastikan langit tidak terhalang oleh awan tebal.

Dilansir dari NASA dan Seasky.org, salah satu peristiwa yang telah terjadi di awal bulan adalah Bulan Purnama yang jatuh pada 1 Mei. Bulan purnama ini oleh suku asli Amerika dahulu disebut sebagai "Flower Moon" karena bertepatan dengan masa mekarnya bunga-bunga musim semi.

Fenomena "Flower Moon" ini juga memiliki sebutan lain seperti "Corn Planting Moon" dan "Milk Moon," merujuk pada aktivitas pertanian yang lazim dilakukan pada periode tersebut. Bulan Purnama terjadi ketika posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, membuat seluruh permukaannya tersinari penuh.

Puncak dari hujan meteor Eta Aquarids diperkirakan akan terjadi pada Selasa malam (5/4) hingga Rabu dini hari (6/4), meskipun tanggal ini tampak kontradiktif dengan penamaan bulan Mei dalam konteks artikel. Fenomena ini merupakan hujan meteor di atas rata-rata, yang dalam kondisi ideal bisa menghasilkan 50 hingga 60 meteor per jam.

Hujan meteor tahunan ini merupakan sisa-sisa debu kosmik yang ditinggalkan oleh Komet Halley, sebuah komet legendaris yang terakhir melintas pada tahun 1986 dan diperkirakan akan kembali pada tahun 2061. Meskipun terjadi setiap tahun antara 19 April hingga 28 Mei, cahaya Bulan sabit pada tahun ini berpotensi meredupkan meteor yang lebih redup.

Waktu terbaik untuk menyaksikan Eta Aquarids adalah setelah tengah malam dengan mengarahkan pandangan ke arah timur, meskipun meteor dapat muncul dari segala penjuru langit, dengan titik radiannya berada di sekitar rasi bintang Aquarius.

Peristiwa penting lainnya adalah fase Bulan Baru yang akan terjadi pada 16 Mei pukul 20.03 UTC (17 Mei pukul 03.03 WIB), saat Bulan tidak akan terlihat karena berada pada sisi yang sama dengan Matahari. Momen ini justru menjadi waktu emas bagi para astronom untuk mengamati objek-objek langit redup seperti galaksi tanpa gangguan cahaya Bulan.

Kemudian, pada 18 Mei, langit akan menyajikan pemandangan indah berupa konjungsi Bulan Sabit yang tampak berdekatan dengan planet Venus yang bersinar terang setelah Matahari terbenam. Venus, yang sering dijuluki "Bintang Senja," adalah salah satu objek paling terang yang dapat dilihat mata telanjang, meskipun jaraknya dengan Bulan sangatlah jauh di ruang angkasa.