JAKARTAHYPE.COM - Kekhawatiran terkait kemungkinan tidak sengaja buang air besar (BAB) selama proses persalinan merupakan beban pikiran yang umum dialami oleh banyak calon ibu. Hal ini sering kali menimbulkan kecemasan berlebihan padahal secara medis, kondisi tersebut dianggap sangat wajar.
Kondisi ini terjadi karena adanya aktivasi otot yang serupa saat ibu mengejan untuk mengeluarkan bayi dari dalam kandungan. Tekanan besar yang diarahkan ke area panggul secara otomatis mendorong sisa kotoran yang mungkin masih berada di usus untuk keluar bersamaan dengan dorongan persalinan.
Hal ini justru dilihat sebagai indikasi positif mengenai kelancaran proses kelahiran yang sedang berlangsung. Bahkan, tenaga medis di ruang bersalin sering kali memberikan arahan kepada ibu hamil untuk mengejan dengan sensasi yang mirip seperti saat buang air besar agar proses kelahiran bayi bisa berjalan lebih cepat.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Para profesional kesehatan, mulai dari dokter kandungan hingga bidan, sudah sangat terbiasa menghadapi situasi ini di ruang bersalin. Saat persalinan mencapai puncaknya, kepala bayi yang bergerak turun ke jalan lahir akan menekan organ usus dan rektum, sehingga memicu keluarnya feses.
Dilansir dari Medcom, kejadian ini adalah bagian dari proses alami yang terjadi dan tidak seharusnya memicu rasa cemas yang berlebihan bagi ibu yang akan melahirkan. Fokus utama dalam momen tersebut adalah keselamatan serta kesehatan ibu dan janin.
Salah satu pakar menegaskan bahwa petugas medis profesional tidak akan mudah merasa terganggu oleh hal tersebut. "Dokter kandungan bukanlah orang yang mudah jijik," kata Marjorie Greenfield, MD, yang merupakan profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku
The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Faktanya, keluarnya tinja saat proses mengejan justru bisa menjadi konfirmasi bahwa upaya mendorong bayi sudah dilakukan dengan kekuatan yang tepat dan cukup intensif. Menurut Laura Riley, MD, direktur persalinan dan kelahiran di Massachusetts General Hospital di Boston dan penulis buku You and Your Baby: Healthy Eating During Pregnancy dalam Parents, "keluarnya tinja saat mengejan justru bisa menjadi tanda bahwa dorongan, yang dilakukan sudah benar dan cukup kuat untuk membantu bayi lahir."
Tim medis di ruang bersalin telah terlatih untuk menangani situasi ini dengan cepat, tenang, dan profesional. Mereka akan segera membersihkan area tersebut secara hati-hati sehingga fokus ibu tetap sepenuhnya tertuju pada kontraksi dan proses melahirkan.