JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan pesat layanan internet dan adopsi teknologi digital di Indonesia menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan industri teknologi finansial (fintech) nasional. Sektor ini membuka peluang besar bagi inovasi layanan keuangan di berbagai segmen masyarakat.

Salah satu ceruk pasar yang menjanjikan adalah sektor keuangan syariah, yang didukung oleh potensi besar populasi muslim dan kebutuhan mendesak akan inklusi keuangan, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini membutuhkan solusi permodalan dan pendanaan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Meskipun demikian, industri fintech syariah menghadapi tantangan signifikan dalam membangun keyakinan publik. Tantangan ini utamanya bersumber dari maraknya kasus terkait fintech ilegal yang sempat mencoreng reputasi keseluruhan ekosistem layanan keuangan digital.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Ronald Yusuf Wijaya, menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek fintech syariah untuk memanfaatkan kemajuan teknologi keuangan guna memperluas pasarnya di Indonesia. Ia melihat peluang pertumbuhan yang substansial jika tantangan yang ada dapat diatasi.

"Persoalan terkait 'kepercayaan masyarakat' terhadap sejumlah kasus terkait fintech utamanya fintech ilegal menjadi tantangan bagi bisnis fintech syariah," ujar Ronald Yusuf Wijaya. Hal ini menunjukkan bahwa isu reputasi menjadi penghalang terbesar saat ini.

Untuk mengatasi hambatan kepercayaan tersebut, AFSI mengambil langkah proaktif dalam mendorong edukasi yang lebih masif. Upaya ini bertujuan agar masyarakat memahami keunggulan dan manfaat nyata dari layanan fintech syariah.

Inisiatif edukasi ini dirancang agar tidak hanya menargetkan nasabah muslim, tetapi juga masyarakat Indonesia secara luas yang mencari alternatif pendanaan modern dan terpercaya. Fokusnya adalah menunjukkan transparansi dan kepatuhan layanan.

AFSI menekankan bahwa pengembangan fintech syariah harus ditopang oleh produk yang memenuhi tiga kriteria utama: kemudahan akses, modernitas layanan, dan dampak positif yang terukur bagi perekonomian. Ini adalah kunci untuk menarik dan mempertahankan pengguna.

Mengenai prospek jangka panjang dan tantangan spesifik yang dihadapi dalam pengembangan ekosistem fintech syariah, Ronald Yusuf Wijaya akan memaparkan lebih detail dalam sebuah dialog. Dialog ini dijadwalkan berlangsung di program Profit, CNBC Indonesia.