JAKARTAHYPE.COM - Aktivitas daring yang dilakukan pengguna internet akan terekam dan tersimpan dalam bentuk jejak digital. Jejak digital ini mencakup segala informasi yang ditinggalkan pengguna saat berinteraksi di dunia maya.
Jejak digital memiliki dua sisi, positif dan negatif, bagi para penggunanya. Sisi positifnya, jejak ini membantu algoritma menyajikan informasi yang lebih relevan dan mempermudah akses ke situs yang pernah dikunjungi sebelumnya.
Namun, dampak negatifnya bisa sangat merugikan jika jejak digital tersebut dimanfaatkan secara ilegal oleh pelaku kejahatan siber. Selain itu, penggunaan data untuk kepentingan iklan yang berlebihan juga seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengguna.
Dilansir dari CNBC Indonesia, bagi mereka yang ingin mengurangi jejak digitalnya, terdapat beberapa metode mudah yang dapat diterapkan. Langkah pertama adalah menggunakan mode penyamaran atau Incognito Mode pada peramban.
"Dengan cara ini, aplikasi tidak akan merekam situs yang dituju serta tidak menyimpan keyword yang digunakan pengguna," demikian disebutkan dalam artikel tersebut. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa mode ini tidak sepenuhnya menjamin pengguna lolos dari pengawasan pihak tertentu.
Untuk menutupi jejak dari Penyedia Layanan Internet (ISP), pengguna disarankan memanfaatkan Jaringan Pribadi Virtual atau VPN saat berselancar di internet. Hal ini penting mengingat platform seperti Facebook tetap merekam aktivitas pengguna meskipun menggunakan mode penyamaran.