JAKARTAHYPE.COM - Fenomena penurunan kapasitas baterai pada kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) merupakan isu krusial yang dihadapi pemilik saat ini. Penurunan performa ini terjadi secara bertahap seiring dengan berjalannya usia pakai unit kendaraan tersebut.

Proses degradasi alami ini disebabkan oleh reaksi kimia internal yang tak terhindarkan dalam sel baterai lithium-ion yang digunakan sebagai sumber energi utama EV. Penurunan kapasitas ini merupakan bagian inheren dari teknologi penyimpanan energi yang ada saat ini.

Secara umum, penurunan kesehatan baterai ini diperkirakan berkisar antara satu hingga dua persen per tahunnya. Angka ini menjadi patokan bagi para pengguna untuk memprediksi estimasi umur pakai baterai mereka.

Penjelasan mengenai hal ini disampaikan langsung oleh pendiri EVSafe, Mahaendra Gofar, dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Informasi ini memberikan pemahaman yang lebih transparan mengenai ekspektasi terhadap daya tahan baterai EV.

Mahaendra Gofar mengonfirmasi bahwa penurunan kesehatan baterai adalah hal yang lumrah terjadi pada teknologi penyimpanan energi terkini. Hal ini menegaskan bahwa degradasi adalah proses alami, bukan kegagalan dini.

"Penurunan kesehatan baterai ini merupakan hal yang lumrah terjadi pada teknologi penyimpanan energi saat ini," ujar Mahaendra Gofar. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (12/5/2026).

Kapasitas baterai yang mengalami penurunan performa secara bertahap ini menuntut adanya strategi perawatan jangka panjang yang tepat dari pemilik kendaraan. Perawatan yang baik dapat memperlambat laju degradasi tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik EV untuk mengetahui faktor-faktor penyebab degradasi agar dapat mengambil langkah mitigasi yang efektif. Pemahaman ini sangat krusial untuk menjaga nilai investasi kendaraan listrik.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, pemahaman tentang laju penurunan tahunan ini membantu pemilik EV dalam merencanakan penggantian atau perawatan baterai di masa mendatang. Hal ini menjamin keberlanjutan operasional kendaraan.