JAKARTAHYPE.COM - Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, umat Muslim memiliki kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui pelaksanaan puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Amalan ini merupakan sarana spiritual untuk memperkuat ketakwaan dan membersihkan hati sebelum menyambut hari besar kurban.

Puasa sunnah menjelang Iduladha mencakup beberapa jenis, di antaranya Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah, yang semuanya memiliki keutamaan dan janji pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Pelaksanaan puasa ini adalah bagian dari upaya meraih ridha Allah di hari-hari utama.

Yang pertama adalah Puasa Dzulhijjah, yang dilaksanakan pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah, yakni tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Puasa ini bertujuan meraih keutamaan di hari-hari yang paling dicintai Allah SWT, di mana amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah lebih disukai Allah daripada jihad di jalan-Nya.

Disebutkan bahwa pahala dari satu hari berpuasa pada periode ini memiliki nilai yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Untuk tahun ini, jadwal pelaksanaan puasa sunnah ini diperkirakan akan dimulai pada tanggal 18 hingga 24 Mei 2026.

Bagi yang ingin melaksanakannya, lafal niat yang dianjurkan adalah: "Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ." Lafal Arab Latinnya adalah Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ, yang artinya adalah "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."

Selanjutnya adalah Puasa Tarwiyah, yang jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari ketika jamaah haji mulai bergerak menuju Mina untuk mempersiapkan diri melaksanakan wukuf. Puasa ini termasuk dalam sepuluh hari utama Dzulhijjah yang penuh berkah.

Puasa Tarwiyah menjanjikan balasan pahala yang setara dengan kesabaran yang dimiliki oleh Nabi Ayub AS, sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat. Niatnya adalah: "Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ," atau dalam Latinnya Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Keutamaan puasa ini sangat besar, terutama bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Lafal niatnya diterjemahkan menjadi: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala," ujar seorang ahli ibadah.

Puncak dari rangkaian puasa ini adalah Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang bertepatan dengan waktu wukuf jemaah haji di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan, atau dikenal sebagai sunnah muakkadah, bagi mereka yang tidak sedang berhaji.