JAKARTAHYPE.COM - Aktris ternama Lily James baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai praktik buruk yang sering ia temui dalam dunia percintaan modern, khususnya saat masa pendekatan (PDKT). Bintang film 'Cinderella' ini secara tegas menyatakan bahwa ada satu perilaku spesifik dalam kencan yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman.

Perilaku yang dimaksud oleh aktris berusia 37 tahun tersebut adalah ghosting, yaitu praktik menghilang secara tiba-tiba tanpa memberikan penjelasan apapun kepada pihak yang sedang didekati. Lily James menilai bahwa fenomena ini sudah terlalu umum dan seharusnya tidak lagi dianggap sebagai hal yang lumrah dalam interaksi romantis.

Meskipun ia mengaku tidak terlalu aktif menggunakan aplikasi kencan, Lily memiliki pandangan kuat mengenai kebiasaan menghilang tanpa jejak tersebut. Ia menganggap tindakan mengabaikan komunikasi tanpa alasan adalah hal yang sangat tidak pantas dilakukan.

Dilansir dari Female First, Lily James menyampaikan kekesalannya saat diwawancarai dalam serial video Take Ten. Ia secara blak-blakan mengatakan, "Saya sebenarnya tidak terlalu menggunakan aplikasi kencan. Tapi ghosting itu benar-benar menjijikkan, dan siapa pun yang melakukan ghosting seharusnya tidak boleh berkencan lagi! Dibatalkan saja!"

Menurutnya, frekuensi terjadinya perilaku ghosting ini semakin meningkat dan sulit dipahami oleh banyak orang. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran norma dalam etika berkomunikasi saat PDKT di era digital.

Lily James melanjutkan komentarnya mengenai betapa mudahnya menghindar dari tanggung jawab komunikasi sederhana tersebut. Ia merasa heran mengapa hal sesederhana membalas pesan menjadi begitu sulit dilakukan oleh sebagian orang, "Ini benar-benar gila karena terjadi terus-menerus. Sangat menjijikkan. Tinggal balas pesannya saja. Aneh sekali," tegasnya.

Selain membahas ghosting, aktris ini juga menyentuh isu seputar aplikasi kencan yang kini menjadi gerbang utama banyak hubungan baru terbentuk. Ia menjelaskan bahwa menggunakan platform tersebut menuntut seseorang untuk menjadi lebih berani mengambil risiko penolakan.

Mengenai tantangan bertemu orang baru, Lily James mengakui bahwa segala bentuk kencan, baik daring maupun luring, memerlukan keberanian untuk menunjukkan diri yang sebenarnya. "Masalah dengan aplikasi kencan adalah kita harus menempatkan diri dalam posisi yang sangat rentan. Baik berkencan secara langsung maupun lewat aplikasi, semuanya membuat kita harus berani membuka diri," katanya.

Pada akhirnya, ia menutup pernyataannya dengan nada yang lebih introspektif mengenai dinamika dunia kencan yang penuh ketidakpastian. Ia menyadari bahwa dalam mencari pasangan, seringkali akan ditemukan momen-momen yang canggung atau memalukan, namun ia tidak ingin menghakimi. "Memang ada banyak hal yang memalukan atau bikin merinding di sana. Tapi siapa saya sampai bisa menghakimi? Saya juga orang yang sangat aneh," pungkas Lily James.